Fakta Menarik Tapir: Berbeda dengan Babi Hutan hingga Status Dilindungi

Fakta Menarik Tapir: Berbeda dengan Babi Hutan hingga Status Dilindungi

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Minggu, 05 Jul 2026 16:00 WIB
Tapir
Ilustrasi tapir. (Foto: Jeffrey Hamilton/Unplash)
Lampung -

Kasus warga yang menangkap dan menyembelih tapir di Mesuji, Lampung, mendadak ramai menjadi pembicaraan di media sosial. Satwa yang sering disalahpahami mirip babi hutan ini muncul di pinggir jalan, sebelum akhirnya diesekusi warga setempat.

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), tapir yang memiliki nama latin Tapirus indicus merupakan hewan herbivora pemakan tumbuhan. Satwa ini tergolong sebagai mamalia besar endemik Pulau Sumatra. Maka, tidak mengherankan jika warga di daratan Sumatera seperti Mesuji bisa berpapasan dengan hewan ini.

Namun, tindakan menyembelih dan mengonsumsi daging tapir sama sekali tidak dibenarkan. Hal tersebut melanggar hukum dan bertentangan dengan status konservasinya. Untuk mengenal satwa unik ini lebih dekat, simak rangkuman fakta menarik di bawah ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapir Berbeda dengan Babi Hutan

Dilansir dari unggahan resmi Instagram Kementerian Hutan (Kemenhut), tapir dan babi hutan memiliki perbedaan yang cukup kontras. Walaupun sama-sama termasuk satwa liar berkaki empat dan memiliki moncong, keduanya berasal dari keluarga, ciri fisik, hingga peran ekosistem yang jauh berbeda.

  • Tapir berasal dari keluarga Tapiridae yang tugasnya menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Salah satu perannya adalah membantu penyebaran biji tumbuhan agar hutan tetap lestari.
  • Babi hutan termasuk satwa liar yang berasal dari keluarga Suidae. Perannya di alam membantu menggemburkan tanah saat mencari makan. Namun, jika populasinya terlalu banyak, babi hutan juga dapat merusak tanaman dan mengganggu area pertanian.

Bentuk Tubuh Tapir dan Habitatnya

Tapir memiliki tubuh yang gempal dengan moncong panjang fleksibel seperti belalai. Ia mempunyai telinga kecil, bulat, dan tegak. Kulitnya tebal dengan bulu pendek berwarna hitam putih.

Habitatnya berada di hutan tropis, dekat sungai, rawa, dan danau. Makanannya tumbuhan, seperti daun, ranting dan buah. Walaupun memiliki banyak keunikan, hewan ini kalah pamor dibandingkan dengan mamalia besar lainnya, seperti orang utan, gajah, badak, dan harimau.

Tapir Satwa Dilindungi dan Terancam Punah

Satwa tapir termasuk hewan yang di ujung kepunahan, karena itu ia dilindungi. Tempat tinggal tapir sudah terancam sejak banyak terjadinya perburuan serta fragmentasi dan perambahan habitat oleh manusia.

International Union for Conservation of Nature (IUCN) menggolongkan tapir sebagai kategori endangered atau memiliki risiko kepunahan yang sangat tinggi. Sebab itulah, pemerintah Indonesia mengeluarkan PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Sata jo. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/ MENLHK/SETJEN/KUM.1/ 12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi.

Populasi Tapir Saat Ini

Berdasarkan dokumen Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Tapirus indicus tahun 2013-2022, populasi tapir saat ini tidak diketahui pasti. Laporan yang tercatat, kepadatan tapir antara 0,3 hingga 0,8 individu per kilometer persegi.

Pada tahun 2025, tercatat ada empat spesies tapir yang tersisa di dunia ini. Mereka tersebar di Amerika Selatan, Amerika Tengah, serta Asia Tenggara termasuk Indonesia. Tapir jenis Asia banyak terdapat di Sumatera dan Malaysia. Jenis ini termasuk yang paling besar di antara jenis lainnya.

Alasan Tapir Disebut 'Fosil Hidup'

Tapir merupakan hewan purba yang unik di dunia. Satwa ini sudah ada lebih lama dibandingkan dengan mamalia lain. Hal itulah yang membuatnya disebut dengan fosil hidup.

Keunikan tapir dalam dunia satwa karena ia memiliki bentuk tubuh yang menyerupai tiga binatang. Bagian badannya seperti babi, belalainya mirip gajah, dan moncong terlihat kayak trenggiling.

Selain itu, secara DNA, tapir justru lebih mendekati dengan kuda, badak, dan zebra. Keunikan inilah yang menjadikan disebut juga dengan tenuk atau badak babi.

Peringatan Tapir Sedunia 27 April

Setiap tanggal 27 April dijadikan sebagai Hari Tapir Sedunia. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melindungi dan melestarikan tapir, mulai dari habitat hingga kembangbiaknya secara alami.

Hal itu bertujuan agar populasi tapi di alam terus terjaga dan hidup berdampingan dengan manusia. Karena itu, peran semua pihak dibutuhkan dalam hal menjaga tapir tetap memiliki habitatnya.

Nah, itulah penjelasan mengenai fakta menarik tapir yang sedang viral. Semoga berguna, ya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Kata Sukena Setelah Dituntut Bebas Terkait Kasus Landak Jawa di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(mep/mep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads