Ancaman Karhutla Meluas, BKSDA Pantau Pergerakan Gajah Liar di Jambi

Jambi

Ancaman Karhutla Meluas, BKSDA Pantau Pergerakan Gajah Liar di Jambi

Dimas Sanjaya - detikSumbagsel
Sabtu, 05 Sep 2026 18:00 WIB
Gajah jinak di PIKG Tebo saat diberi makan oleh mahout
Foto: Gajah jinak di PIKG Tebo saat diberi makan oleh mahout (Dimas Sanjaya)
Tebo -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut mengancam habitat gajah Sumatera (elephas maximus sumatranus) di Bentang Alam Bukit Tigapuluh, Kabupaten Tebo, Jambi. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, terus memantau pergerakan gajah.

Kepala BKSDA Jambi, Himawan Sasongko, mengatakan titik api di Bukit Tigapuluh melalap hutan yang juga menjadi habitat gajah. Saat ini, BKSDA Jambi belum menemukan gajah yang terdampak langsung karhutla. Namun, pihaknya meningkatkan pemantauan kondisi gajah liar dengan memanfaatkan drone dan GPS collar.

"Untuk pengaruh pada gajah, sejauh ini belum terlihat secara signifikan. Kita selalu memonitoring gajah liar lewat satelit juga dengan menggunakan drone. Juga memonitoring titik panas yang di Bentang Alam Bukit Tigapuluh," kata Himawan Jumat (4/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Himawan memastikan bahwa gajah di Bentang Alam Bukit Tigapuluh dalam posisi aman. Pemantauan gajah liar tersebut di habitat koridor gajah tersebut.

"Gajah sejauh ini masih dalam posisi aman. Tapi bukan berarti tidak ada perhatian sama sekali. Justru karena ada titik panas dan kebakaran ini, kita harus berhati-hati," ujar Himawan.

ADVERTISEMENT

Sementara terkait kondisi lima gajah jinak di Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) Tebo, kata Himawan, saat ini masih dalam pemantauan dokter hewan. Dia memastika gajah tersebut belum menunjukkan gejala-gejala penyakit tertentu.

"Untuk mengetahui kondisi paru-parunya, kita belum memiliki peralatan yang memadai seperti ronsen. Tapi, secara fisik luar, baik dari pernafasan dan kondisi mata, sejauh ini tidak ada dokter hewan yang melaporkan adanya gejala-gejala mengidap penyakit tertentu," katanya.

Hingga Jumat (4/9) sore, proses pemadaman dan pendinginan karhutla masih berlangsung di Desa Semambu, Kabupaten Tebo, yang berada di Bentang Alam Bukit Tigapuluh. Luas karhutla di bentang alam tersebut masih didata petugas.

Menurut BKSDA Jambi, gajah liar di Bentang Alam Bukit Tigapuluh ada sekitar 120 ekor dari enam kelompok. Berdasarkan pemantauan terakhir, 15 ekor gajah di antaranya masih usia anak mulai 5 bulan hingga 2 tahun.

Data Satgas Karhutla Jambi, total luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 1.879 hektare, mulai dari Januari hingga 3 September 2026. Dari sisi penegakan hukum, ada 11 tersangka dari kalangan petani yang diproses hukum.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads