Pengakuan 6 Pendaki yang Diancam Pria Bawa Senapan di Gunung Dempo

Sumatera Selatan

Pengakuan 6 Pendaki yang Diancam Pria Bawa Senapan di Gunung Dempo

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Kamis, 30 Jul 2026 09:00 WIB
Enam pendaki asal Palembang yang menjadi korban pengancaman di Gunung Dempo oleh  pria bawa senapan
Enam pendaki asal Palembang yang menjadi korban pengancaman di Gunung Dempo oleh pria bawa senapan (Foto: Istimewa/Brigade)
Jakarta -

Pendaki yang membawa senapan angin di Gunung Dempo, Pagar Alam, Sumatera Selatan, berinisial R sudah diamankan tim gabungan. Saat mendaki, pria itu sempat mengancam enam pendaki.

Berdasarkan pengakuan enam pendaki asal Palembang tersebut, saat itu mereka sudah berada di area cam di Gunung Dempo. Namun tiba-tiba pria tersebut datang sambil membawa senapan angin dan senjata tajam.

"Kami berenam pendaki dari Palembang. Alhamdulillah kami turun dengan selamat, walaupun ada pendaki yang misterius yang membawa senapan angin dan senjata tajam," ujar salah satu pendaki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, saat itu pria tersebut sempat melakukan pengancaman dan membakar satu tenda milik mereka serta kompor serta tidur di dalam tenda mereka.

"Kami mengalami pengancaman, bakar tenda, barang berharga serta pengambilan logistik. Terus perusakan barang, kompor dan tidur di tenda kami dan memakai sliping back kami," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, salah satu temannya disuruh melepaskan baju saat tengah malam, membuat rekannya tersebut kedinginan. Pria tersebut juga mengaku sebagai juru kunci Gunung Dempo.

"Dia mengaku sebagai juru kunci dan ada satu teman kami yang dihukumnya untuk membuka baju jam setelah dua malam. Alhamdulillah gerak cepat dari tim Brigade TNI, Basarnas dan relawan lainnya kami ucapkan terimakasih dan kami turun dalam kondisi selamat," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Balai Registrasi Gunung Api Dempo (Brigade) Dian Saputra mengatakan pihaknya bersama Basarnas, BNPB dan TNI langsung melakukan pendakian ke Gunung Dempo setelah mendapatkan laporan dari pendaki, yang menjelaskan bahwa ada seorang pria yang mendaki sambil membawa senapan angin.

Setelah sampai di atas Gunung Dempo, tim gabungan langsung melakukan penyisiran dan berhasil mengamankan pria tersebut pada Senin (27/7/2026) siang, beserta senapan angin yang dibawa.

"Iya berhasil kita amankan beserta senapan angin nya. Saat ini sudah diserahkan ke pada pihak keluarganya," katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima pria tersebut merupakan warga Kabupaten Lahat. Menurut Dian, berdasarkan keterangan pihak keluarga bahwa pria tersebut diduga mengalami penyakit jiwa, dimana selalu diikuti oleh punyang atau leluhur.

"Amen uji keluargenye memang sandi kecik lah diiringkah puyang (kata keluarganya memang sudah dari kecil sudah diikuti puyang atau leluhur). Untuk senapan angin tersebut tidak dapat digunakan karena tidak ada anginnya," ujarnya.

Lanjut Dian, pria tersebut sudah melakukan penyiksaan terhadap 6 orang pendaki di atas Gunung Dempo, dimana mereka disuruh berendam di air, melepaskan pakaian. Namun mereka berhasil menyelamatkan diri dan tidak ada korban.

"Semalam ada 6 pendaki yang dipukuli, disuruh berendam dan melepaskan pakaiannya. Namun mereka bisa menyelamatkan diri. Berkat kesigapan kita dan tim Alhamdulillah tidak ada korban," ujarnya.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads