Herman Deru Ingatkan 3K untuk Bekal Pengusaha Muda

Sumatera Selatan

Herman Deru Ingatkan 3K untuk Bekal Pengusaha Muda

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Sabtu, 25 Jul 2026 22:30 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru
Gubernur Sumsel Herman Deru (Foto: Istimewa/Pemprov Sumsel)
Palembang -

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menekankan pentingnya konsisten, konsekuen, dan kecepatan (3K), dalam membangun usaha. Dengan prinsip 3K itu, pengusaha diharapkan mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan.

Menurut Deru, banyak orang mampu memulai usaha, tetapi tak semua bisa mempertahankan dan mengembangkannya. Karena itu, karakter pengusaha harus dibangun melalui komitmen yang kuat.

"Konsisten saja belum cukup. Yang lebih penting adalah konsekuen terhadap komitmen yang sudah dibangun. Citra atau reputasi usaha juga sangat penting," ujarnya saat Bincang Santai Sultan Muda, Jumat (24/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perkembangan teknologi dan perubahan pasar yang berlangsung cepat juga harus direspons dengan membaca peluang dan beradaptasi.

"Dan yang terakhir adalah kecepatan, yakni kemampuan mengikuti perkembangan dunia bisnis agar tetap relevan dan kompetitif," katanya.

ADVERTISEMENT

Dia juga membagikan kisahnya sebelum berkiprah sebagai PNS dan kepala daerah.

"Orang melihat saya sekarang sudah sukses. Tapi orang tidak tahu, dulu sebelum itu saya pernah jual jagung, membawa jagung ke mana-mana sampai ke Soak Simpur mencari pembeli. Saya juga pernah membersihkan sasis mobil sampai akhirnya memiliki ratusan dump truck. Maaf, ini bukan untuk sombong, tetapi agar bisa menjadi inspirasi," katanya.

Dia mengungkapkan, pada usia 35 tahun dirinya telah memiliki lima SPBU. Usahanya juga turut terlibat dalam pembangunan runway Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang serta proyek Jalan Tol Cipularang.

Menurut Deru, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa kesuksesan hanya dapat diraih melalui kerja keras, ketekunan, komitmen, dan keberanian menghadapi tantangan.

Deru juga memberikan apresiasi kepada komunitas Sultan Muda yang dinilai berhasil menjadi wadah pengembangan kewirausahaan di Sumsel.

"Saya berharap glory Sultan Muda terus ditingkatkan. Tugas kita bersama adalah menciptakan semakin banyak pengusaha muda yang tangguh dan mampu bersaing. Saya sangat bahagia karena jumlah Sultan Muda Sumsel kini sudah lebih dari 10.700 orang," ungkapnya.

Untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan, Pemprov Sumsel akan mengembangkan tiga strategi utama, yaitu peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan coaching clinic, memperluas akses pembiayaan, serta membuka akses pasar.

Menurut Deru, pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat akan menjadi salah satu infrastruktur strategis yang mendukung daya saing pelaku usaha Sumsel.

"Insyaallah Tanjung Carat berjalan on schedule. Dengan hadirnya pelabuhan ini, para eksportir Sumsel tidak lagi bergantung pada daerah lain sehingga peluang pasar semakin terbuka," katanya.

Dia juga berharap generasi muda Sumsel semakin kreatif dan inovatif dalam mengolah potensi sumber daya alam, seperti karet dan sawit, menjadi peluang usaha yang bernilai tambah.

"Kita ingin melalui bincang santai ini pola pikir anak muda berubah, dari pencari kerja menjadi pemberi kerja, menciptakan lapangan pekerjaan. Jadi bukan hanya terpaku mencari loker atau lowongan kerja," tegasnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas kewirausahaan, Herman Deru optimistis Sumsel akan terus melahirkan pengusaha-pengusaha muda yang berdaya saing dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sumsel Arifin Susanto mengatakan OJK telah melibatkan industri perbankan, Pegadaian, perusahaan asuransi, dan berbagai lembaga jasa keuangan lainnya dalam mendukung Program 100.000 Sultan Muda Sumsel.

Ia menilai program yang diinisiasi Gubernur Herman Deru tersebut memiliki potensi besar menjadi role model pengembangan kewirausahaan bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads