Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai menerapkan sistem pertanian modern atau Advanced Agricultural System di lahan sawah seluas 8.500 hektare pada 2026. Program bantuan dari Kementerian Pertanian ini ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas padi sekaligus menekan biaya produksi petani.
Melalui program tersebut, petani akan menerapkan metode tanam benih padi langsung ke lahan tanpa melalui proses persemaian. Sistem ini didukung penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) sehingga proses budidaya menjadi lebih cepat dan efisien.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi, mengatakan seluruh lahan penerima bantuan diwajibkan menerapkan sistem pertanian modern mulai tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Program ini mengandalkan mekanisasi pertanian, di mana benih ditanam langsung ke lahan tanpa proses penyemaian. Dengan cara ini diharapkan penggunaan tenaga kerja, waktu, dan biaya produksi dapat ditekan, sekaligus meningkatkan hasil panen petani," kata Rosmala, Minggu (19/7/2026).
Rosmala menjelaskan, melalui program tersebut pemerintah menargetkan produktivitas padi meningkat signifikan. Jika sebelumnya produksi rata-rata sekitar 9 ton per hektare, maka dengan penerapan sistem pertanian modern hasil panen diproyeksikan dapat mencapai hingga 16 ton per hektare.
"Target kita produktivitas padi bisa meningkat menjadi sekitar 16 ton per hektare. Harapannya tentu pendapatan petani ikut meningkat seiring bertambahnya hasil produksi," jelas Rosmala.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu masih melakukan pendataan Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) yang akan menerima program tersebut. Proses pendataan ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026 sehingga pelaksanaan bantuan dapat segera direalisasikan.
Selain dukungan mekanisasi, petani penerima program juga akan memperoleh bantuan benih padi serta pupuk bersubsidi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Rosmala berharap program pertanian modern ini menjadi langkah nyata dalam mempercepat modernisasi sektor pertanian di Bengkulu sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
"Petani nantinya tidak hanya mendapatkan pendampingan penerapan teknologi, tetapi juga bantuan benih padi dan pupuk bersubsidi dengan jumlah maksimal sesuai ketentuan program," tutupnya.
