Aksi pemblokiran jalan menuju SMAN 1 Labuhanratu, Lampung Timur, yang dipicu polemik Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027 resmi berakhir. Warga membuka blokade usai tercapai kesepakatan damai dengan pihak sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Thomas Amirico mengatakan komunikasi antara warga dan pihak sekolah telah dilakukan sejak Jumat (17/7) malam. Hasilnya, kedua belah pihak sepakat mengakhiri persoalan melalui musyawarah.
"Alhamdulillah sudah beres. Komunikasinya sudah dimulai dari semalam dan sepakat damai. Hari ini sudah dilakukan pembukaan portal yang sebelumnya dipasang warga," kata Thomas saat dikonfirmasi, Sabtu (18/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video yang beredar, terlihat perwakilan warga menyampaikan pembongkaran portal diserahkan kepada pihak sekolah. Pernyataan itu disampaikan di hadapan warga, aparat kepolisian, dan sejumlah siswa.
Thomas mengatakan, salah satu permintaan warga agar calon siswa yang tidak lolos SPMB tetap diterima di SMAN 1 Labuhanratu tidak bisa dipenuhi. Menurutnya, seluruh tahapan penerimaan peserta didik harus mengikuti petunjuk teknis yang telah ditetapkan.
"Kalau mengakomodasi di luar juknis tentu tidak bisa, karena nanti akan menimbulkan persoalan baru. Semua harus sesuai aturan," ujarnya.
Meski demikian, Disdikbud Lampung akan memperkuat sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat menjelang pelaksanaan SPMB tahun depan. Langkah itu dilakukan agar calon peserta didik memahami jalur pendaftaran yang sesuai dengan peluang masing-masing.
"Kami akan lebih mengedukasi masyarakat sekitar sekolah agar memahami mekanisme SPMB dan tidak salah memilih jalur pendaftaran," ujarnya.
Selain itu, warga juga meminta pemerintah meningkatkan sosialisasi pelaksanaan SPMB dan mengevaluasi daya tampung sekolah agar ke depan lebih banyak calon siswa di sekitar lingkungan sekolah dapat terakomodasi sesuai ketentuan yang berlaku.
