Warga Blokir Jalan ke SMAN di Lampung karena Banyak Anak Tak Diterima SPMB

Lampung

Warga Blokir Jalan ke SMAN di Lampung karena Banyak Anak Tak Diterima SPMB

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Jumat, 17 Jul 2026 22:30 WIB
Warga memblokir akses jalan ke SMAN di Lampung Timur karena anak yang  dekat sekolah tidak diterima
Warga memblokir akses jalan ke SMAN di Lampung Timur karena anak yang dekat sekolah tidak diterima (Foto: Istimewa)
Lampung Timur -

Sejumlah warga Dusun Pulau Sari, Desa Labuhanratu Induk, Kecamatan Labuhanratu, Lampung Timur, memblokir sebagian akses menuju SMAN 1 Labuhanratu, Jumat (17/7/2026).

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang dinilai tidak berpihak kepada calon siswa yang tinggal di sekitar sekolah.

Warga mengaku kecewa karena banyak anak yang rumahnya berada sangat dekat dengan SMAN 1 Labuhanratu justru tidak diterima melalui jalur domisili. Padahal, menurut mereka, sekolah tersebut dibangun atas perjuangan dan swadaya masyarakat setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang warga, Sutris mengatakan masyarakat pernah bergotong royong mengumpulkan dana untuk membeli lahan yang kini menjadi lokasi berdirinya SMAN 1 Labuhanratu. Karena itu, mereka berharap anak-anak di lingkungan sekitar mendapat kesempatan lebih besar mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.

"Tujuan kami dulu ikut membantu pembangunan sekolah supaya anak-anak di sekitar sini bisa sekolah. Tapi sekarang justru banyak yang tidak diterima," kata Sutris.

ADVERTISEMENT

Keluhan serupa disampaikan Sahrun. Ia mengaku rumahnya hanya berjarak sekitar 100 meter dari sekolah. Namun, anaknya tetap gagal diterima pada SPMB tahun ini.

Menurutnya, karena tidak lolos seleksi, anaknya akhirnya didaftarkan ke sekolah swasta. Saat meminta penjelasan kepada pihak sekolah, ia mengaku mendapat informasi bahwa seluruh proses seleksi mengacu pada ketentuan dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.

Aksi kekecewaan warga kemudian diwujudkan dengan menutup sebagian akses jalan menuju sekolah. Perwakilan warga, Teguh menyebut jalan yang diblokir merupakan milik masyarakat.

"Ini bentuk kekecewaan warga karena banyak anak yang tinggal di sekitar sekolah tidak diterima. Jalan yang ditutup merupakan jalan milik warga," ujarnya.

Menanggapi aksi tersebut, Kepala SMAN 1 Labuhanratu, Mulyadi mengatakan sekolah menerima 324 peserta didik baru dari total 430 pendaftar pada SPMB 2026.

Ia menjelaskan seluruh tahapan seleksi telah dilaksanakan sesuai petunjuk teknis yang ditetapkan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Kuota penerimaan terdiri atas jalur domisili 30 persen, afirmasi 30 persen, prestasi 35 persen, serta mutasi 5 persen.

"Seluruh proses penerimaan siswa baru dilaksanakan sesuai juknis dan kuota yang telah ditetapkan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung," tegas Mulyadi.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads