Truk ODOL Diduga Picu Macet di Banyuasin, Warga Minta Pemerintah Tegas

Sumatera Selatan

Truk ODOL Diduga Picu Macet di Banyuasin, Warga Minta Pemerintah Tegas

Irawan - detikSumbagsel
Minggu, 14 Jun 2026 12:30 WIB
Jalan Lintas Timur Sumatera macet akibat truk rusak
Foto: Jalan Lintas Timur Sumatera macet akibat truk rusak (Dok. Istimewa)
Banyuasin -

Warga Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan mengeluhkan seringnya terjadi kemacetan di ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera yang melintasi wilayah Banyuasin.

Mereka menilai kendaraan angkutan barang yang kelebihan dimensi dan muatan atau Over Dimension Overload (ODOL) menjadi salah satu penyebab utama kemacetan, kerusakan jalan, hingga meningkatnya risiko kecelakaan.

Kemacetan tersebut kerap terjadi akibat truk yang mengalami kerusakan di tengah perjalanan, seperti patah as roda maupun pecah ban. Kondisi itu membuat arus lalu lintas tersendat, terutama pada jam-jam sibuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang warga Banyuasin, Berin, mengatakan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan harus lebih tegas dalam melakukan pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang yang melintas di Jalintim Sumatera.

Menurutnya, pemeriksaan terhadap berat muatan kendaraan serta kelayakan kendaraan melalui uji berkala atau KIR harus dilakukan secara ketat agar truk yang tidak memenuhi standar tidak beroperasi di jalan.

ADVERTISEMENT

"Seharusnya Dishub dan pihak terkait lebih tegas mengecek berat kendaraan truk dan KIR kendaraan. Banyak kemacetan yang terjadi karena truk rusak di jalan, seperti patah as roda dan pecah ban yang diduga akibat muatan berlebih," katanya kepada wartawan, Sabtu (14/6/2026).

Berin mengaku hampir setiap hari melintasi kawasan Betung hingga komplek Perkantoran Banyuasin. Dari pengamatannya, kemacetan yang terjadi di jalur tersebut sering kali dipicu oleh kendaraan angkutan barang yang mengalami gangguan teknis saat berada di jalan.

"Saya hampir setiap hari lewat jalur Betung. Sering sekali macet karena ada truk yang rusak di tengah jalan. Kalau sudah begitu, antrean kendaraan bisa panjang," ujarnya.

Ia berharap pemerintah kabupaten, provinsi maupun pemerintah pusat dapat memperketat pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang, terutama yang diduga melanggar aturan ODOL.

"Harapan kami pemerintah lebih ketat dalam melakukan pengecekan kendaraan. Kalau pengawasannya baik, kendaraan yang tidak layak jalan bisa dicegah beroperasi sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lainnya," ungkapnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Ibrahim. Menurutnya, kemacetan juga kerap terjadi di kawasan Jalan KM 18, Kabupaten Banyuasin, akibat kendaraan besar yang mengalami pecah ban saat melintas.

Ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan muatan kendaraan yang melebihi kapasitas yang ditentukan.

"Sering terjadi kemacetan di Jalan Sukajadi karena kendaraan besar pecah ban. Kemungkinan karena kelebihan muatan. Seharusnya kendaraan-kendaraan seperti itu dicek terlebih dahulu oleh Dishub sebelum melintasi jalan," kata Ibrahim.

Ibrahim menilai pemeriksaan rutin terhadap kendaraan angkutan barang dapat menjadi langkah pencegahan agar kerusakan kendaraan tidak terjadi di tengah perjalanan.

"Kalau pengecekan kendaraan dilakukan secara maksimal, saya yakin bisa mengantisipasi truk rusak saat melintasi Jalan Lintas Timur. Dengan begitu kemacetan juga bisa berkurang," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Banyuasin Askolani mengatakan terus berupaya untuk membicarakan perbaikan dan perlebaran jalan tersebut karena jalan tersebut milik nasional.

"Kita sampaikan kepada kementerian perhubungan agar bisa lebih ketat dalam mengecek kendaraan yang melintas, selain itu juga kita juga terus berupaya agar jalan tersebut dibangun dan di besarkan agar tidak terjadi kemacetan, kemudian jika Tol Kapal Betung sudah beroperasi otomatis kemacetan tidak terjadi lagi," katanya.

Diketahui, Jalan Lintas Timur Sumatera merupakan salah satu jalur utama distribusi logistik yang menghubungkan berbagai daerah di Pulau Sumatera. Tingginya volume kendaraan angkutan barang membuat jalur tersebut rentan mengalami kepadatan lalu lintas, terutama ketika terjadi gangguan pada kendaraan besar yang melintas.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads