Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang mengirimkan 11 sampel DNA korban kecelakaan maut Bus ALS di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, ke Pusdokkes Mabes Polri. Pengiriman sampel DNA dilakukan untuk mempercepat proses identifikasi korban.
Kepala RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang Kombes Budi Susanto mengatakan pihaknya telah menerima total 16 kantong jenazah korban kecelakaan Bus ALS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 jenazah telah dilakukan pengambilan sampel DNA dari pihak keluarga.
"Sampai saat ini RS Bhayangkara menerima 16 kantong jenazah, kami masih menunggu pihak keluarga dari lima jenazah lainnya untuk dilakukan pengambilan sampel," katanya, Kamis (7/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, sampel DNA yang telah lengkap langsung dikirim ke Pusdokkes Mabes Polri untuk dilakukan pemeriksaan dan pencocokan identitas korban.
"Kami akan mengirimkan 11 sampel besok pagi (hari ini) ke Pusdokkes Mabes Polri, sementara lima orang lagi menunggu pihak keluarga datang ke Palembang untuk diambil sampel DNA," ujarnya.
Selain pemeriksaan DNA, tim DVI juga melakukan pencocokan data manifest penumpang bus dan properti milik korban untuk mendukung proses identifikasi.
"Kami juga mengompilasi data dari manifest bus, itu akan menjadi bahan. Jadi, data-data saat pasien masih hidup kami kumpulkan, apakah betul ada atau tidak di dalam bus. Nanti dicocokkan dengan hasil DNA dan properti korban," jelasnya.
Menurutnya, data manifest penumpang menjadi salah satu dokumen penting dalam proses identifikasi korban kecelakaan tersebut.
"Data manifest ini menjadi salah satu alat bukti dokumen yang akan kami cocokan dengan para korban yang saat ini sudah kita lakukan identifikasi," katanya.
Meski proses identifikasi terus berjalan, pihak rumah sakit belum dapat mengumumkan identitas para korban meninggal dunia karena masih menunggu hasil pemeriksaan tim DVI.
"Untuk korban meninggal dunia saat ini kita belum bisa memberikan identitas nama-namanya karena masih dalam proses identifikasi DVI," ujarnya.
Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com
