Polisi Ambil Sample Cairan dan Arang dari Bus ALS yang Terbakar di Muratara

Sumatera Selatan

Polisi Ambil Sample Cairan dan Arang dari Bus ALS yang Terbakar di Muratara

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Kamis, 07 Mei 2026 23:40 WIB
Kabid Labfor Polda Sumsel Kombes Witdiardi
Kabid Labfor Polda Sumsel Kombes Witdiardi (FotoRio Roma Dhoni)
Muratara -

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumsel mengamankan sejumlah sample dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian Bus ALS bertabrakan dengan truk tangki BBM di Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan. Termasuk sebuah cairan dari dalam tangki truk yang terbakar.

Kabid Labfor Polda Sumsel Kombes Witdiardi mengatakan pihaknya juga melakukan olah tkp bersama tim Ditlantas Polda Sumsel, setelah kejadian Bus ALS bertabrakan dengan truk tangki BBM yang menewaskan 16 orang.

"Tadi kami bersama tim Ditlantas, kami tim labfor sudah melakukan pemeriksaan di TKP dimana adanya kecelakaan kendaraan (bus Als vs truk tangki BBM)," katanya saat dijumpai di lokasi kejadian, Kamis (7/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam olah TKP tersebut, pihaknya mengambil beberapa sample seperti cairan dari dalam truk tangki dan arang bekas kebakaran. Ia mengatakan nanti sample tersebut akan diperiksa di Labfor Polda Sumsel.

"Kami mengambil dua bungkus arang bekas kebakaran dan satu botol cairan dari dalam truk tangki, abu arang dari bis serta swap, kemudian cek fisik. Nantinya kami akan melakukan pemeriksaan secara laboratoris di Labfor Polda Sumsel, nanti hasilnya akan kami sampaikan ke penyidik Ditlantas," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Saat ditanya terkait penyebab kebakaran kedua kendaraan tersebut, dia belum dapat memastikan secara pasti, sebab menunggu hasil pemeriksaan dari olah tkp dan hasil pemeriksaan laboratorium.

"Karena hasil pemeriksaan dari Labfor ini harus berdasarkan fakta dan secara laboratoris, sehingga kami memberikan kepastian dengan pemeriksaan pada laboratorium forensik. (Kapan hasilnya keluar?) Secepatnya," ujarnya.

Saat disinggung juga terkait cairan yang diambil, apakah cairan tersebut merupakan minyak, Witdiardi juga belum dapat menjelaskan secara rinci.

"Kami menyampaikan bahwa yang kami ambil adalah cairan dari tangki, nanti secara jelasnya dan spesifiknya peralatan di laboratorium yang akan memberikan kepastian (apakah itu minyak)," tuturnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads