Sebanyak tujuh rumah warga di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, dilaporkan terancam longsor. Hal tersebut akibat abrasi di bantaran Sungai Rawas.
Diketahui ancaman longsor tersebut membayangi warga RT-16, Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit, Muratara, Sumatera Selatan.
Salah satu warga Kelurahan Muara Rupit bernama Zainal Abidin mengungkapkan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama hingga membuat para pemilik rumah tersebut khawatir setiap saat.
Bahkan warga telah berulang kali melaporkan persoalan abrasi tersebut kepada pemerintah daerah (Pemda) hingga DPRD Muratara, namun belum ada penanganan nyata hingga saat ini.
"Sebenarnya ini sudah bertahun-tahun kami sampaikan, tapi belum ada tindakan sampai saat ini. Dalam setahun terakhir ini kondisinya makin parah, apalagi saat hujan deras yang terjadi beberapa pekan terakhir ini. Apalagi yang rumahnya di bantaran sungai, itu sangat berbahaya," katanya, Jumat (1/5/2026).
Bila terus dibiarkan, Zainal mengatakan dampaknya tidak hanya akan merusak rumah warga, tetapi juga mengancam infrastruktur penting di sekitar lokasi.
"Salah satunya yakni akses jalan utama penghubung Kecamatan Rupit hingga Rawas Ilir yang berpotensi bisa terputus kalau ini dibiarkan terus," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan warga Kelurahan Muara Rupit lainnya yakni Apri. Ia menjelaskan posisi jalan yang berada sangat dekat dengan titik abrasi membuatnya rawan longsor jika tidak segera dilakukan penguatan tebing.
"Selain jalan yang rawan longsor, tiang sutet (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) di sekitar lokasi juga dalam kondisi rawan terdampak. Kalau itu sampai rusak akibat longsor bisa membuat listrik di daerah sini ikut terganggu," ungkapnya.
Apri bersama warga lainnya berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menangani abrasi tersebut. Mereka khawatir risiko yang ditimbulkan akan semakin besar bila penanganan terus ditunda.
"Kalau dibiarkan lebih lama lagi bukan hanya tujuh rumah yang didekat bantaran yang terdampak, tapi juga keselamatan warga dan akses vital lainnya," bebernya.
Menanggapi hal tersebut, Camat Rupit Febri Mashudi Pranata mengaku pihaknya bersama kelurahan sudah meninjau langsung ke lokasi tersebut.
"Sudah kami tinjau dan untuk persoalan ini juga telah diusulkan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Bahkan beberapa waktu lalu dilaporkan kembali terjadi longsor," ujarnya.
Tak hanya itu, Febri juga membeberkan tiga titik rawan longsor lainnya akibat abrasi di wilayah Kecamatan Rupit yakni di RT-01 akibat Sungai Mandang, di depan SMP Negeri 2 Rupit akibat Sungai Rupit, dan di RT-16 akibat abrasi Sungai Rawas.
"Untuk jumlah rumah terdampak masih di data, namun ada tiga lokasi yang kerap terancam. Kami akan kembali berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Perkim dan BPBD untuk penanganan lebih lanjut," tutupnya.
Simak Video "Video: Keluarga Tes DNA untuk Identifikasi Korban Kecelakaan Bus ALS VS Truk"
(dai/dai)