Banjir Rendam 2.867 Rumah di Muratara, 2 Jembatan Gantung Putus

Sumatera Selatan

Banjir Rendam 2.867 Rumah di Muratara, 2 Jembatan Gantung Putus

Muhammad Rizky Pratama - detikSumbagsel
Kamis, 07 Mei 2026 19:00 WIB
Dua kecamatan di Muratara tergenang banjir
Dua kecamatan di Muratara tergenang banjir (Foto: Istimewa/BPBD Muratara)
Muratara -

Banjir di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, merendam 2.867 rumah warga akibat luapan Sungai Rupit. Selain itu, dua jembatan gantung putus akibat banjir tersebut.

Banjir itu terjadi di Kecamatan Rupit dan Karang Jaya, Muratara, Sumatera Selatan pada Kamis, (7/5/2026).

Diketahui banjir tersebut akibat Sungai Rupit meluap karena tingginya curah hujan sejak beberapa hari terakhir. Banjir tersebut mulai masuk ke permukiman warga di Kecamatan Rupit dan Karang Jaya sejak dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Ketinggian air dilaporkan mencapai 50 sentimeter hingga 1 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Muratara, H Mugono mengatakan berdasarkan data saat ini, terdapat 2.867 rumah warga terdampak banjir di Kecamatan Rupit dan Karang Jaya.

"Data sementara ada 2.867 rumah warga terdampak atau sebanyak 2.867 kepala keluarga," katanya, Kamis (7/5/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Mugono, fasilitas umum hingga dua jembatan gantung di Desa Tanjung Beringin dan Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya putus.

"Ada dua jembatan gantung putus akibat derasnya arus. Untuk total kerugian masih dalam proses pendataan," ungkapnya.

Mugono mengungkapkan hingga saat ini, banjir tersebut masih belum surut dan diprediksi akan meluas ke tiga kecamatan lainnya.

"Air masih dalam kondisi pasang di Kecamatan Karang Jaya dan diprediksi akan meluas ke Kecamatan Rupit, Karang Dapo, dan Rawas Ilir," bebernya.

Meski rumah mereka terendam, Mugono mengatakan sebagian warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing. Ia pun mengimbau warga tetap waspada apabila hujan deras kembali turun karena debit air Sungai Rupit masih berpotensi meningkat.

"Warga diminta menjaga keselamatan dan segera melapor apabila membutuhkan bantuan darurat," ujarnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads