Satu warung di Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, ambruk akibat tanah longsor. Bukan itu saja, akses jalan aspal juga mengalami amblas hingga mengancam lima rumah yang berada di depannya.
Bencana longsor itu terjadi di Jalan Laskar Jimbun LK III atau Jalan Laut, Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu, pada Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba Marko Susanto menyebut longsor dipicu abrasi Sungai Musi yang mengakibatkan erosi pada tebing sungai hingga tanah di sekitar badan jalan runtuh. Pihaknya telah melakukan kaji cepat usai menerima laporan dari masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada satu warung yang mengalami rusak berat karena letaknya di bantaran Sungai Musi dan lima rumah terancam karena dekat dengan titik longsor," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu.
Dia merinci, lebar longsor itu mencapai tiga meter dari tepian Sungai Musi. Sedangkan panjang longsor pada akses jalan mencapai 60 meter.
"Lebar longsor pada akses jalan tiga meter dan jarak longsor ke rumah kini sekitar dua meter," katanya.
"Hasil pendataan kami ada enam KK yang dihuni 25 jiwa yang terdampak (5 unit rumah terancam longsor). Nilai kerugian dari warung yang ambruk diperkirakan Rp 15 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tadi siang," sambungnya.
Marko menjelaskan, kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil sehingga berpotensi terjadi longsor susulan apabila hujan turun atau debit Sungai Musi meningkat. BPBD mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi apabila situasi memburuk.
"Kami sudah mengingatkan masyarakat khususnya yang tinggal di bantaran Sungai Musi agar tetap waspada. Jika hujan terjadi dan kondisi dinilai membahayakan, warga diminta segera mengungsi untuk menghindari risiko longsor susulan," ungkapnya.
Menurut Marko, kebutuhan mendesak yang diharapkan warga saat ini adalah relokasi rumah, karena mereka khawatir longsor akan kembali terjadi sewaktu-waktu.
"Saat ini warga terdampak masih bertahan di rumah masing-masing. Namun kami terus mengimbau agar segera melapor ke Call Center BPBD apabila terjadi longsor kembali atau muncul tanda-tanda pergerakan tanah," ujarnya.
(csb/csb)











































