Revitalisasi Pasar Pempek 26 Ilir, Target Jadi Destinasi Kuliner Modern

Sumatera Selatan

Revitalisasi Pasar Pempek 26 Ilir, Target Jadi Destinasi Kuliner Modern

Mutiara Helia Praditha - detikSumbagsel
Sabtu, 25 Apr 2026 08:31 WIB
Kawasan sentra pempek 26 Ilir dipenuhi wisawan yang berburu oleh-oleh pempek
Pasar 26 Ilir atau Pasar Sentral Kampung Pempek. (Foto: Irawan)
Palembang -

Pemerintah Kota Palembang berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) menata kawasan Pasar 26 Ilir atau Pasar Sentral Kampung Pempek. Penataan ini dilakukan di kawasan strategis pusat kota dengan tujuan meningkatkan kualitas destinasi wisata kuliner.

Revitalisasi dengan memprioritaskan perbaikan infrastruktur, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan. Bertujuan untuk mampu bersaing dengan kawasan modern serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Pemkot Palembang dalam memperkuat identitas kota sebagai pusat wisata kuliner khas. Pasar 26 Ilir yang telah dikenal luas, bahkan kerap viral sebagai tujuan wisata kuliner, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui penataan yang lebih terintegrasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, meninjau langsung kondisi kawasan guna memastikan rencana penataan berjalan menyeluruh, tidak hanya berfokus pada tampilan visual, tetapi juga aspek kenyamanan dan kesehatan lingkungan.

"Pasar 26 Ilir ini sudah dikenal luas, bahkan viral sebagai destinasi kuliner unggulan. Tantangan kita sekarang adalah meningkatkan kualitasnya agar naik kelas dan mampu bersaing dengan destinasi modern lainnya," ujar Isnaini, Kamis (23/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, sejumlah langkah strategis telah disiapkan dalam rencana penataan tersebut. Di antaranya pembenahan tampilan depan kawasan agar lebih representatif, pembangunan gerbang masuk yang ikonik sebagai identitas destinasi, serta peningkatan kualitas jalur pedestrian untuk menunjang kenyamanan pengunjung.

Selain itu, pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara juga menjadi perhatian agar lebih higienis dan tidak mengganggu aktivitas di kawasan pasar. Penataan ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman wisata yang lebih baik, tidak sekadar berbelanja, tetapi juga menikmati ruang publik yang tertata.

Program ini juga sejalan dengan inisiatif Bank Indonesia dalam pengembangan kawasan Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), yang menitikberatkan pada penguatan ekosistem kuliner secara menyeluruh, bukan hanya pada aspek sertifikasi produk.

Meski saat ini masih dalam tahap koordinasi teknis, Pemkot Palembang membuka peluang kerja sama lebih luas dengan berbagai pihak. Keterlibatan sektor perbankan maupun swasta melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) dinilai dapat mempercepat realisasi program tersebut.

"Kita tidak bisa bekerja sendiri. Perlu kolaborasi multipihak agar penataan ini optimal dan hasilnya benar-benar berdampak," tegas Isnaini.

Isnaini menekankan pentingnya peran aktif masyarakat, khususnya pedagang dan warga sekitar, dalam menjaga keberlanjutan penataan kawasan. Menurutnya, kualitas lingkungan yang lebih baik akan berdampak langsung terhadap peningkatan jumlah kunjungan.

"Saat ini banyak destinasi baru bermunculan. Jika kita tidak berbenah, Pasar 26 Ilir bisa tertinggal. Tapi kalau kawasan ini rapi, bersih, dan nyaman, pengunjung akan terus datang. Ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkas Isnaini.

Pemkot Palembang berharap, kolaborasi yang terjalin tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga berlanjut pada pengelolaan kawasan yang berkelanjutan, sehingga Pasar 26 Ilir benar-benar mampu menjadi wajah baru wisata kuliner Palembang yang modern, tertata, dan berdaya saing tinggi.

Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads