Sebanyak tiga jemaah haji Kloter 2 Embarkasi Palembang terpaksa menunda keberangkatan mereka ke Tanah Suci pada Kamis (23/4/2026). Penundaan keberangkatan tersebut disebabkan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan serta adanya jemaah yang terdeteksi sedang hamil.
Wakil Ketua PPIH Embarkasi Palembang Hozinul Asror mebenarkan adanya tiga jemaah yang ditunda keberangkatannya, dari total 443 jemaah yang masuk ke Asrama Haji, tercatat hanya 440 jemaah asal Kabupaten Lahat dan Kota Palembang yang akhirnya resmi diterbangkan menuju Madinah.
"Untuk kloter dua ini, ada tiga jemaah yang yang harus ditunda keberangkatannya. Dua sedang sakit dan satu dari lahat itu sedang hamil," ujarnya saat dikonfirmasi detikSumbagsel, Kamis (23/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hozinul merincikan bahwa dua jemaah ditunda karena sakit, yakni Suhana Marudin (77) asal Lahat, dan Siti Mahmudah (56) asal Palembang, sementara Susi Andriani (34) asal Lahat ditunda karena hamil. Saat ini, jemaah yang sakit sedang menjalani perawatan intensif di RS Siti Fatimah Palembang untuk memulihkan kondisi fisiknya.
"Jemaah yang sakit dirawat di RS Siti Fatimah, bila kondisi mereka sudah sehat dan dinyatakan layak terbang oleh Bidang Kesehatan Embarkasi, mereka akan diberangkatkan bersama kloter berikutnya," ujar Hozinul.
Sementara itu, bagi jemaah yang terdeteksi hamil, pihak otoritas memastikan bahwa yang bersangkutan tidak bisa menyusul di kloter selanjutnya pada tahun ini.
"Sedangkan jemaah yang hamil ditunda keberangkatannya hingga tahun depan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel, Sunarto meminta jemaah yang berangkat untuk memperhatikan ritme aktivitas fisik agar tetap sehat selama menjalankan rukun haji.
"Jemaah diimbau tidak memaksakan diri melaksanakan ibadah sunnah yang terlalu menguras tenaga," kata Sunarto.
Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang aktif dengan tim medis di lapangan jika merasakan keluhan kesehatan sekecil apa pun.
Sunarto juga berpesan agar para jemaah senantiasa menjaga perilaku dan citra positif bangsa Indonesia selama berada di Arab Saudi.
"Jemaah diingatkan untuk senantiasa menjaga nama baik provinsi Sumatera Selatan serta bangsa Indonesia di mata dunia," ujarnya.
Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
