Mengapa 21 April Diperingati Hari Kartini? Ini Jawaban Lengkap Sejarah-Maknanya

Mengapa 21 April Diperingati Hari Kartini? Ini Jawaban Lengkap Sejarah-Maknanya

Nadiya - detikSumbagsel
Sabtu, 18 Apr 2026 14:00 WIB
Ilustrasi Hari Kartini 2026
Ilustrasi Hari Kartini. (Foto: Freepik/Freepik)
Palembang -

Setiap tanggal 21 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini. Peringatan ini identik dengan sosok Raden Ajeng Kartini yang dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia.

Hari Kartini tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga pengingat akan pentingnya kesetaraan gender, khususnya dalam bidang pendidikan dan peran perempuan di masyarakat.

Lalu, mengapa tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini? Berikut, detikSumbagsel akan merangkum penjelasan lengkap beserta sejarahnya. Yuk Simak!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasan 21 April Diperingati sebagai Hari Kartini

Penetapan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini didasarkan pada keputusan resmi pemerintah Indonesia. Hal ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 1964 yang ditandatangani pada 2 Mei 1964.

Dalam keputusan tersebut, Kartini ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan hari kelahiran Kartini, yaitu 21 April 1879.

ADVERTISEMENT

Penetapan ini bertujuan untuk menghormati jasa-jasa Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan hak perempuan, khususnya dalam memperoleh pendidikan yang layak di masa penjajahan.

Sejarah Singkat RA Kartini

Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara pada 21 April 1879 dari keluarga bangsawan. Ayahnya, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, merupakan Bupati Jepara, sementara ibunya bernama MA Ngasirah.

Kartini tumbuh di lingkungan yang masih membatasi peran perempuan. Pada masa itu, perempuan pribumi umumnya tidak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi dan sering kali harus menjalani masa pingitan.

Meski begitu, Kartini memiliki semangat belajar yang tinggi. Ia gemar membaca buku dan menjalin korespondensi dengan teman-temannya di Belanda. Dari sana, ia mulai mengenal pemikiran modern tentang kesetaraan perempuan.

Perjuangan Kartini untuk Emansipasi Perempuan

Pemikiran Kartini tentang pentingnya pendidikan bagi perempuan mendorongnya untuk melakukan perubahan. Ia ingin perempuan Indonesia memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam berbagai bidang.

Kartini kemudian mendirikan sekolah untuk perempuan pribumi di Jepara dan Rembang. Di sekolah tersebut, para perempuan diajarkan berbagai keterampilan sekaligus pengetahuan dasar agar lebih mandiri.

Meski hidupnya singkat, perjuangan Kartini memberikan dampak besar bagi perkembangan peran perempuan di Indonesia. Kini, perempuan memiliki kesempatan lebih luas untuk berpendidikan, bekerja, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Warisan Pemikiran Kartini

Setelah wafat pada tahun 1904, pemikiran Kartini tetap hidup melalui tulisan-tulisannya. Surat-surat Kartini yang dikirim kepada sahabatnya di Eropa kemudian dibukukan oleh J.H. Abendanon menjadi karya berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Buku tersebut membuka pandangan dunia terhadap kondisi perempuan pribumi di Indonesia. Dari situlah gagasan emansipasi perempuan semakin dikenal luas dan menginspirasi perubahan sosial.

Hingga kini, semangat Kartini terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk terus berkembang dan berdaya.

Makna Peringatan Hari Kartini

Peringatan Hari Kartini tidak hanya sekadar mengenang sejarah, tetapi juga memiliki makna yang mendalam. Hari ini menjadi momentum untuk mengingat pentingnya kesetaraan gender dalam berbagai aspek kehidupan.

Selain itu, Hari Kartini juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung peran perempuan dalam pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial. Nilai-nilai perjuangan Kartini tetap relevan hingga saat ini.

Itulah penjelasan mengenai mengapa 21 April diperingati sebagai Hari Kartini beserta sejarahnya. Peringatan ini menjadi bentuk penghormatan atas perjuangan Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan di Indonesia.

Dengan memahami sejarahnya, diharapkan semangat emansipasi yang dibawa Kartini dapat terus dilanjutkan oleh generasi masa kini. Jadi, sudah siap memperingati Hari Kartini tahun ini?

Artikel ini ditulis oleh Nadiya peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Perjuangan di Ujung Canting Siti Laela"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads