Sekolah rakyat utama di Palembang, Sumatera Selatan, segera dibangun. Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tengah membidik lahan milik Danlanud di kawasan Bandara untuk dijadikan lokasi permanen sekolah rakyat tersebut.
Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Sosial Kota Palembang Khoiri menjelaskan bahwa saat ini rencana tersebut masih dalam tahap pengurusan legalitas aset. Koordinasi intensif terus dilakukan untuk memastikan status hibah lahan tersebut.
"Kita masih proses hibah lahannya dulu. Rencananya memakai lahan milik Danlanud itu, di daerah Bandara," ujar Khoiri saat dikonfirmasi detikSumbagsel, Selasa (7/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, proses administrasi masih tertahan pada tahapan hibah lahan, baik koordinasi dengan pihak Pemkot maupun Kementerian Sosial (Kemensos). Hal ini menjadi langkah krusial yang harus diselesaikan sebelum pembangunan fisik gedung dapat dimulai.
"Prosesnya baru sampai di lahan. Masih proses hibah dari sana dulu, apakah ke Kota Palembang atau langsung ke Kemensos," ujarnya.
Sekolah Rintisan di Ujung Tanduk
Kata Khoiri, secara prosedural sekolah rintisan biasanya akan dinonaktifkan apabila gedung utama telah resmi beroperasi. Namun, keputusan tersebut tetap akan melihat situasi di lapangan nantinya.
"Kalau yang utamanya sudah jalan, yang rintisannya biasanya nonaktif. Kecuali kalau memang yang kita bangun itu ternyata tidak cukup kapasitasnya, maka rintisan tetap harus jalan," ujarnya.
Selama ini, Sekolah Rakyat Rintisan yang berlokasi di Sentra Budi Perkasa, KM 5, telah menjadi tumpuan bagi siswa tingkat SMA. Karena statusnya yang masih rintisan, operasionalnya pun masih berada di bawah koordinasi Dinas Sosial Provinsi dan Kementerian Sosial.
Khoiri juga menegaskan adanya pembagian kewenangan yang jelas dalam pengelolaan pendidikan ini. Pemkot Palembang berfokus pada jenjang dasar, sementara tingkat menengah menjadi ranah provinsi.
"Kewenangannya kalau SMA itu antara Dinsos Provinsi sama Sentra Budi Perkasa. Kalau Kota Palembang ini hanya menangani TK, SD, dan SMP saja," ujarnya.
Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
