Plastik Mahal, Gubernur Sumsel Dorong Pengurangan Penggunaan

Sumatera Selatan

Plastik Mahal, Gubernur Sumsel Dorong Pengurangan Penggunaan

Rika Amelia - detikSumbagsel
Rabu, 08 Apr 2026 20:00 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru
Gubernur Sumsel Herman Deru (Foto: Rika Amelia)
Palembang -

Gubernur Sumsel Herman Deru mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik. Hal ini menyusul kenaikkan harga plastik dan juga sebagai langkah bijak sekaligus bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan

"Menanggapi isu plastik mahal, jadi kita jangan terlalu sering menggunakan plastik, karena terbuat dari minyak juga kan," ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, plastik yang berbahan dasar minyak memiliki dampak tidak hanya pada biaya, tetapi juga terhadap kelestarian lingkungan jika digunakan secara berlebihan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi jika mengurangi penggunaan plastik, berarti juga kita cinta lingkungan dan sadar lingkungan," katanya.

Ia menegaskan, kondisi kenaikan harga plastik seharusnya menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaannya.

ADVERTISEMENT

"Dengan adanya kenaikan harga plastik ini, seminim mungkinlah kita gunakan itu caranya," jelasnya.

Ia berharap kesadaran masyarakat dalam mengurangi penggunaan plastik dapat terus meningkat, sehingga selain menekan pengeluaran, juga mampu menjaga lingkungan dari dampak limbah plastik.

"Semoga kesadaran masyarakat dalam mengurangi penggunaan plastik semakin meningkat," ujarnya.

Pedagang Mejerit

Kenaikkan harga plastik membuat para pedagang menjerit. Sebab, omzet mereka menjadi turun. Salah satunya dirasakan pedagang gorengan di kawasan Pipareja, Aam (36) mengungkapkan harga plastik ukuran 15 kini menyentuh Rp 58.000 per kibet. Padahal, sebelumnya harga plastik tersebut hanya berada di kisaran Rp 37.000.

"Naik terus sejak Lebaran. Dari Rp 37.000 naik ke Rp 48 ribu, lalu Rp 54.000, dan sekarang sudah Rp 58.000 per kibet. Modal nambah terus, tapi harga gorengan tetap seribu rupiah, tidak bisa kami naikkan, yang pasti keuntungan jadi ke geser juga," ujar Aam, Selasa (7/4/2026).

Kondisi serupa dialami Hanip, pedagang es dogan di kawasan Swadaya. Ia menyebut harga plastik wadah dogan ukuran 15x30 melonjak dari Rp 35.000 menjadi Rp 50.000 per bal, sementara kantong asoy naik sekitar Rp 3.000 per bal.

"Jualan tidak naik harganya, tapi plastik melonjak semua. Untungnya ada, tapi tipis nian. Habis bae (saja) untung untuk beli plastik," keluh Hanip.

Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia, Nadiya Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads