Dinas Pendidikan Sumatera Selatan (Disdik Sumsel) masih menunggu petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah terkait rencana kebijakan penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang akan dilakukan pemerintah.
Wacana yang disusun pemerintah, pembelajaran akan dilakukan secara daring seusai Lebaran nanti. Skema kebijakan efisiensi penghematan energi ini dipastikan akan berlaku di Sumsel setelah Gubernur Sumsel Herman Deru mendukung penerapannya.
"Kita masih menunggu arahan dan petunjuk teknisnya seperti apa terkait penghematan BBM ini," ujar Kepala Disdik Sumsel Mondyaboni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, jika kebijakan ini diberlakukan maka pihaknya akan melihat situasi dan kondisi wilayah Sumsel.
"iya, kita akan melihat terlebih dahulu situasi dan kondisi di Sumsel. Kita akan lihat dan mencari opsi-opsinya dulu (terkait penerapan pembelajaran daring)," terangnya.
Mondyaboni belum mau berkomentar lebih banyak terkait rencana kebijakan itu. Dia masih akan melihat aturan dan kebijakan yang akan dikeluarkan untuk penghematan BBM tersebut. Termasuk rencana penerapan ASN bekerja secara WFA maupun WFH.
"Belum ada opsi-opsinya, nanti kita lihat dulu petunjuknya ya," tukasnya.
Sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru memastikan akan mengikuti kebijakan penghematan energi nasional, menyusul konflik yang terjadi di Timur Tengah. Penerapan ASN bekerja secara WFH dinilainya tepat untuk mengurangi pemakaian BBM.
"Kita akan ikut kebijakan ini, karena ini bisa mengefisiensi pemakaian BBM," ujar Deru.
