Sumatera Selatan

Harga Daging Sapi-Ayam Melonjak, Bumbu Opor dan Santan Diserbu Pembeli

Welly Jasrial Tanjung, Irawan - detikSumbagsel
Jumat, 20 Mar 2026 16:40 WIB
Penjual daging sapi menjelang Lebaran melonajk (Foto: Mutiara Helia Praditha)
Palembang -

Harga daging sapi dan ayam di sejumlah pasar tradisional di Palembang, Sumatera Seltatan, melonjak. Sementara untuk bumbu opor dan santan ramai diserbu pembeli.

Berdasarkan pantauan di beberapa pasar tradisional, harga daging sapi kini mencapai Rp 165.000 per kilogram. Sementara itu, daging ayam juga mengalami kenaikan hingga Rp 42.000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya permintaan masyarakat yang mempersiapkan hidangan khas Lebaran.

Selain daging, beberapa bahan pangan lainnya juga masih berada pada kisaran harga tinggi. Cabai rawit merah tercatat Rp70.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp45.000 per kilogram, serta bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp40.000 per kilogram.

Seorang pedagang di pasar tradisional Km 5 Palembang, Sepin Tri mengungkapkan kenaikan harga daging ayam sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir dan mencapai puncaknya menjelang Lebaran.

"Kenaikan ini memang sudah biasa tiap tahun menjelang Lebaran. Permintaan tinggi sekali, terutama untuk daging ayam dan sapi. Stok dari pemasok juga terbatas, jadi harga ikut naik," katanya kepada detikSumbagsel, Jumat (20/3/2026).

Tri mengungkapkan jika biasanya per kilogram harga daging ayam hanya Rp 30 ribu, namun menjelang Lebaran ini sudah melonjak naik menjadi Rp 42 ribu.

"Biasa dua pekan lalu masih Rp 30 ribu per kilogram namun karena banyaknya permintaan dan Setok sedikit harga ayam naik menjadi Rp 42 ribu per kilogram menjelang H-1 Lebaran ini,"ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa pembeli tetap ramai meskipun harga melonjak. Banyak warga memilih tetap membeli karena kebutuhan Lebaran dianggap prioritas.

"Walaupun mahal, tetap banyak yang beli. Biasanya untuk masak rendang, opor, atau pindang. Jadi mau tidak mau tetap dibeli," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan pedagang sapi bernama Bho Imora Sihaan yang mengatakan bahwa kenaikan harga tidak memengaruhi penjualan daging sapinya. Sebab, sambungnya, menjelang Lebaran ini permintaan masyarakat terhadap daging meningkat pesat.

"Walaupun harga naik namun tetap laris, penyebab harga naik ini juga banyaknya permintaan masyarakat namun setok daging terbatas," katanya.

Bumbu Opor hingga Santan Diserbu Pembeli

Selain daging sapi dan ayam, yang banyak dibeli warga. Bumbu opor hingga santan juga diserbu pemebli.

Salah satunya di pasar 26 Ilir dan KM 5 permintaan bumbu opor, rendang, malbi dan tekwan paling banyak dicari. Selain itu, permintaan akan santan kelapa juga mengalami peningkatan satu hari menjelang lebaran.

Salah satu kios yang ramai dikunjungi emak-emak yakni kedai Cek Ayu yang menjual bumbu dan santan kelapa. Tampak para pegawai Cek Ayu kewalahan melayani para pembeli yang dari pagi tak henti untuk membeli bumbu dan santan kelapa.

Untuk harga santan H-1 ini menjelang Idulfitri ada sedikit kenaikan yang biasanya Rp 28 ribu per kilogram kini menjadi Rp 35.000 per kilogram.

"Saya beli bumbu opor dan sambal buncis wortel untuk disajikan besok," kata salah satu pembeli, Hartati.

Menurut Hartati, membeli bumbu masak ini lebih praktis dan tidak perlu lagi membeli bumbu satu-satu yang bikin repot.

"Tidak perlu meracik lagi cukup beli Rp 10.000 sudah praktis tinggal masuk ke wajan dan tumis," katanya sambil tertawa.

Senada dengan Maya yang juga memilih membeli bumbu praktis untuk membuat opor ayam, tumis sayur buncis dan wortel serta sambal kentang ampela.

"Masing-masing beli Rp 10.000 sudah praktis tidak lagi repot meracik,"katanya.

Pegawai di kios Cek Ayu yakni Lilis mengatakan pembeli bumbu sudah ramai dari H-5 Lebaran.

"Sejak Senin tadi sudah ramai orang membeli bumbu masakan dan santan. Ditambah lagi H-1 ini tambah ramai pembeli," ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar ketersediaan bahan pangan tetap terjaga.

"Kami akan terus memantau distribusi dan pasokan guna menekan lonjakan harga yang terlalu tinggi, khususnya pada komoditas utama menjelang hari raya, masyarakat juga berbelanjalah dengan bijak," ujarnya.



Simak Video "Video: Celios Sebut Kenaikan Harga Daging Ayam Imbas Diborong untuk MBG"

(csb/csb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork