Harga Daging Sapi di Palembang Capai Rp 170.000/Kg

Sumatera Selatan

Harga Daging Sapi di Palembang Capai Rp 170.000/Kg

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Kamis, 19 Mar 2026 06:00 WIB
Pedagang melayani pembeli daging sapi di Pasar Kramat Jati, Senin (16/3/2026), saat harga daging mencapai sekitar Rp150 ribu per kilogram.
Foto: Ilustrasi Harga Daging Sapi (Mohammad Farrel/detikFoto)
Palembang -

Harga daging sapi di Palembang melonjak signifikan di sejumlah pasar di Kota Palembang, dalam beberapa hari terakhir. Mendekati Idul Fitri 2026, para pedagang masih bertahan menjual dengan harga Rp 170.000 per kilogram.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Selatan Ruzuan Effendi mengatakan kenaikan harga daging sapi itu disebabkan oleh meningkatnya permintaan menjelang momen Lebaran. Masyarakat masih menjadikan daging sapi sebagai santapan wajib untuk berlebaran.

"Harga daging sapi cenderung mengalami kenaikan menjelang Idulfitri, karena tingginya permintaan dan para pedagang juga menyesuaikan dengan momen tersebut. Sebelumnya pedagang jual Rp 140 ribu-Rp 150 ribu, sekarang mereka jual Rp 170 ribu rata-rata," ujar Ruzuan, Rabu (18/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kenaikan ini banyak dikeluhkan masyarakat karena dinilai cukup membebani, terutama menjelang hari raya di mana kebutuhan konsumsi harian terus meningkat.

"Iya, pasti banyak dikeluhkan masyarakat. Tapi, untungnya harga kebutuhan pokok lain tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Justru beberapa bahan pokok turun harga, seperti cabai," katanya.

ADVERTISEMENT

Saat ini, cabai merah keriting dijual kisaran Rp 45.000/kg dan cabai rawit merah Rp 65.000/kg. Sedangkan harga daging ayam, masih stabil di kisaran Rp 39.000-Rp 40.000/kg dan telur ayam Rp 29.000-Rp 30.000/kg.

Sementara harga bahan pokok lain, kata Ruzuan, masih stabil. Tak mengalami kenaikan, hingga berdampak pada menurunnya permintaan dari masyarakat.

"Bahan pokok lain masih stabil, tidak ada yang naik signifikan. Hanya daging saja, memang karena ini momen Lebaran. Tapi, stok kita aman," tukasnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads