Hari Raya Idul Fitri 1447 H sudah di depan mata. Momen 1 Syawal menjadi puncak kemenangan bagi umat Muslim setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan. Salah satu ibadah yang paling dinantikan adalah sholat Idul Fitri atau sholat Id.
Meskipun hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan), sholat Id memiliki tata cara yang sedikit berbeda dari sholat fardhu lima waktu, terutama pada jumlah takbir. Agar ibadah di hari kemenangan semakin afdal, simak panduan lengkap tata cara shalat Idul Fitri, niat, hingga amalan sunnahnya berikut ini.
Amalan Sunnah Sebelum dan Sesudah Shalat Id
Rasulullah SAW mengajarkan beberapa amalan agar hari raya terasa lebih istimewa dan penuh berkah. Berikut adalah beberapa di antaranya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Mandi dan Menyucikan Diri
Sebelum berangkat ke masjid atau lapangan, bersihkan diri dengan mandi sunnah Idul Fitri. Hal ini bertujuan agar kita menghadap Allah dalam keadaan suci dan segar.
2. Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian
Idul Fitri adalah hari hiasan. Detikers dianjurkan mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki (tidak harus baru, yang penting bersih dan rapi) serta menggunakan parfum bagi laki-laki.
3. Makan Sebelum Berangkat
Berbeda dengan Idul Adha, pada Idul Fitri kita disunnahkan untuk makan terlebih dahulu. Hal ini sebagai penanda bahwa masa puasa Ramadan telah benar-benar berakhir. Rasulullah SAW biasanya memakan beberapa butir kurma sebelum berangkat shalat Id.
4. Melewati Jalan yang Berbeda
Saat pergi dan pulang sholat, usahakan melewati jalan yang berbeda. Tujuannya adalah untuk memperluas silaturahmi dengan bertemu lebih banyak orang di sepanjang jalan serta menyebarkan syiar Islam.
5. Kaki
Jika jarak tempat shalat memungkinkan, berjalan kaki lebih dianjurkan daripada menggunakan kendaraan. Hal ini merupakan bentuk kerendahan hati dan ketenangan dalam menuju ibadah.
Niat Shalat Idul Fitri
Langkah pertama sebelum memulai sholat adalah memantapkan niat di dalam hati. Niat ini dibedakan berdasarkan posisi kita, apakah sebagai imam atau makmum.
Bacaan Niat:
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى
Ushallî sunnatan li 'îdil fithri rak'ataini (imâman/ma'mûman) lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."
Tata Cara Sholat Idul Fitri Rakaat Pertama
Sholat Idul Fitri dikerjakan sebanyak dua rakaat. Perlu diingat, sholat ini tidak diawali dengan azan maupun iqamah, melainkan dengan seruan "ash-shalâtu jâmi'ah".
1. Takbiratul Ihram
Mengangkat kedua tangan sembari membaca niat.
2. Membaca Doa Iftitah
Takbir Tambahan 7 Kali : Di rakaat pertama, disunnahkan melakukan takbir sebanyak tujuh kali. Di sela-sela setiap takbir, detikers dianjurkan membaca kalimat tasbih "Subhanallah walhamdulillah wala ilaaha illallahu wallahu akbar."
3. Membaca Al-Fatihah
Bagi imam, surah Al-Fatiha dibaca dengan lantang. Sementara makmum, menyimak.
4. Membaca Surah Pendek
Untuk imam, surah pendek dibaca dengan suara. Sementara, makmum membaca Al-Fatihah dan menyimak hingga selesai.
5. Gerakan Rukuk hingga Sujud
Melakukan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud lagi. Lalu berdiri untuk menunaikan rakaat kedua.
Tata Cara Sholat Idul Fitri Rakaat Kedua
Pada rakaat kedua, tata caranya hampir sama, namun dengan jumlah takbir yang lebih sedikit.
1. Takbir 5 Kali
Saat berdiri di rakaat kedua, lakukan takbir sebanyak lima kali (di luar takbir saat bangkit dari sujud). Bacaan di sela-sela takbir tetap sama dengan rakaat pertama.
2. Membaca Al-Fatihah
Bagi imam, surah Al-Fatiha dibaca dengan lantang. Sementara makmum, menyimak.
3. Membaca Surat Pendek
Untuk imam, surah pendek dibaca dengan suara. Sementara, makmum membaca Al-Fatihah dan menyimak hingga selesai.
4. Rukuk hingga Salam
Melakukan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud lagi. Lalu tahiyat akhir dan salam.
Pentingnya Mendengarkan Khutbah
Setelah salam, jangan terburu-buru beranjak dari tempat duduk. Berbeda dengan shalat Jumat yang khutbahnya dilakukan sebelum shalat, pada Shalat Id, khutbah dilaksanakan setelah shalat selesai.
Mendengarkan khutbah Idul Fitri hukumnya sunnah. Khatib biasanya akan menyampaikan pesan-pesan ketakwaan dan mempererat tali silaturahmi. Namun, jika detikers melaksanakan shalat Id secara sendirian di rumah (munfarid) karena uzur atau terlambat, maka tidak perlu ada khutbah.
Doa dan Zikir Hari Raya
Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca setelah shalat Id, namun umat Islam sangat dianjurkan memperbanyak takbir, tasbih, dan tahmid. Berikut adalah lafal takbir yang sering dikumandangkan:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ
Allahu akbar kabiiran walhamdulillaahi katsiiraan, wa subhaanallaahi bukrataw-wa ashillaan. Laa-ilaaha illallaahu wahdahu, shadaqa wa'dahu, wanashara abdahu, wa a'azza jundahu, wahazamal-ahzaaba wahdahu. Laa-ilaaha illallahu. Allahu akbar Allahu akbar walillahil hamdu.
Artinya: "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah Yang Esa. Dia menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, memuliakan tentara-Nya, dan mengalahkan musuh-musuh dengan keesaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah."
Itulah panduan lengkap mengenai tata cara shalat Idul Fitri beserta niat dan amalan sunnahnya. Mari kita sambut hari kemenangan ini dengan hati yang bersih dan ibadah yang maksimal. Selamat merayakan Idul Fitri, detikers! Mohon maaf lahir dan batin.
Simak Video "Video: Arus Wisata Jalur Puncak Padat Malam Ini"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)
