Viral SMP Negeri 5 Lubuklinggau, Sumatera Selatan tidak mendapatkan jatah makan gizi gratis (MBG) lantaran pihak SPPG telat melakukan pengantaran. Pihak SPPG beralasan keterlambatan tersebut karena pihaknya mencoba membuat menu baru.
Kepala SPPG Jalan Riau, Kelurahan Taba Koji, Ikbal Jalaludin mengatakan keterlambatan tersebut dikarenakan pihaknya mencoba membuat makanan olahan baru. Hal itu lantaran pelajar SMP 5 bosan dengan menu sebelumnya.
"Kami mohon maaf sebelumnya karena ada keterlambatan lantaran mencoba menu baru. kita menunya ketan tumis, ayam surundeng, tahu bacem, buah kurma, dan jeruk. Terlambat itu karena ketannya mau dimasak dulu dan menunggu dinginnya biar bisa dibungkus," katanya saat dikonfirmasi detikSumbagsel, Kamis (26/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kata Ikbal, saat proses pengikatan juga menjadi salah satu faktor keterlambatan pihaknya mengantar MBG tersebut.
"Keterlambatannya di saat pengikatannya juga. Biasa mengantar jam 10.00-11.00 WIB dan itu selalu konfirmasi ke pihak sekolah," ujarnya.
Akibat keterlambatan tersebut, Ikbal membeberkan sebanyak 783 MBG dikembalikan oleh pihak sekolah lantaran para pelajar sudah pulang.
"Karena dikembalikan, MBG tersebut kamu bagikan ke panti asuhan. Kemudian untuk menu yang kemarin terlambat itu diantar double hari ini, jadi satu pelajar dapat dua MBG," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan pihak SPPG di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan telat mengantar makan gizi gratis (MBG) di salah satu sekolah. Karena para pelajar sudah pulang, akhirnya MBG tersebut dikembalikan ke pihak SPPG.
Diketahui kejadian tersebut terjadi di SMP Negeri 5 Lubuklinggau di Kelurahan Karya Bhakti, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Lubuklinggau, Sumatera Selatan pada Rabu (25/2/2026).
Dalam video viral tersebut, terlihat mobil SPPG tersebut datang sekitar pukul 12.00-12.30 WIB, sedangkan jam pulang sekolah yakni pukul 11.00 WIB. Akibatnya para pelajar sudah pulang ke rumah sehingga pihak guru pun meminta pihak SPPG mengambil lagi MBG yang mereka bawa.
(dai/dai)
