Viral MBG di Lubuklinggau Dikembalikan karena Telat Diantar

Sumatera Selatan

Viral MBG di Lubuklinggau Dikembalikan karena Telat Diantar

M Rizky Pratama - detikSumbagsel
Rabu, 25 Feb 2026 19:30 WIB
Viral video SPPG Lubuklinggau terlambat mengantar MBG di salah satu sekolah
Foto: Viral video SPPG Lubuklinggau terlambat mengantar MBG di salah satu sekolah (Dok. Istimewa/Tangkap Layar)
Lubuklinggau -

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan pihak SPPG di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan telat mengantar makan gizi gratis (MBG) di salah satu sekolah. Karena para pelajar sudah pulang, akhirnya MBG tersebut dikembalikan ke pihak SPPG.

Diketahui kejadian tersebut terjadi di SMP Negeri 5 Lubuklinggau di Kelurahan Karya Bhakti, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Lubuklinggau, Sumatera Selatan pada Rabu (25/2/2026).

Dalam video viral tersebut, terlihat mobil SPPG tersebut datang saat jam pulang sekolah. Terlihat para pelajar sudah pulang ke rumah sehingga pihak guru pun meminta pihak SPPG mengambil lagi MBG yang mereka bawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Lubuklinggau yakni Samsir saat dikonfirmasi. Ia mengatakan pihak SPPG di jalan Riau, Kelurahan Taba Koji tersebut terlambat sekitar satu jam saat mengantar MBG tersebut.

"Tadi sudah diinfokan dari sekolah bahwa siswa itu kan pulang jam 11.00 WIB, kemudian ditunggu sampai 1 jam. Karena terlalu lama, orang tua murid tidak tahan lagi dan akhirnya ngajak anaknya pulang semua. Lalu sekitar jam 12.00-12.30 WIB baru datang MBG-nya, tapi siswa sudah pulang semua," katanya saat dikonfirmasi detikSumbagsel, Rabu (25/2/2026).

ADVERTISEMENT

Oleh karena itu, kata Samsir, pihak guru pun meminta pihak SPPG membawa lagi MBG tersebut karena para pelajar sudah pulang semua.

"Artinya besok mungkin dikasih dua porsi kan kalau mau ngantar lagi. Alasan terlambat itu mereka bilang diduga masakannya agak terlambat, seharusnya MBG diantar jam 10.00 WIB pas bulan puasa," jelasnya.

Akibat hal tersebut, Samsir meminta pihak SPPG tersebut agar selalu berkoordinasi kepada pihak sekolah bila terjadi hambatan lagi.

"Kami mohon koordinasinya. Jadi kalau memang terlambat atau segala macam agar dikoordinasikan, jadi kita bisa menyampaikan dengan siswa. Sebenarnya koordinasinya saja yang kurang," tuturnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads