Hukum Mandi Wajib Setelah Subuh Saat Puasa Ramadan, Ini Penjelasannya

Hukum Mandi Wajib Setelah Subuh Saat Puasa Ramadan, Ini Penjelasannya

Bagus Nugroho - detikSumbagsel
Jumat, 20 Feb 2026 13:00 WIB
Ilustrasi mengambil wudhu di bak mandi menggunakan gayung.
Foto: Ilustrasi mandi (Harditaher/Wikimedia Commons)
Palembang -

Mandi wajib merupakan kewajiban bagi umat Islam yang mengalami hadas besar agar kembali suci dan dapat melaksanakan ibadah. Namun, masih banyak yang bertanya apakah puasa Ramadan tetap sah jika mandi wajib baru dilakukan setelah waktu Subuh?

Dikutip dari detikHikmah, mandi wajib dilakukan ketika seseorang telah selesai dari hadas besar akibat haid, nifas, berhubungan intim, mimpi basah, dan keluarnya air mani. Bagi yang mengalami hadas besar pada malam hari, dianjurkan untuk mandi wajib sebelum subuh agar dapat melaksanakan salat Subuh.

Namun, bagaimana jika mandi wajib dilakukan setelah subuh karena beberapa faktor misal cuaca dingin, keterbatasan air, atau faktor lainnya? Berikut detikSumbagsel sajikan hukum mandi wajib setelah subuh di bulan Ramadan

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hukum Mandi Wajib Setelah Subuh di Bulan Ramadan

Dilansir dari laman Baznas, apabila seseorang yang masih dalam keadaan berhadas besar saat masuk waktu subuh tetap sah puasanya meski mandi wajib dilakukan setelah subuh. Hal ini berlaku baik karena adanya uzur maupun karena tertunda hingga fajar, selama tidak melakukan hal yang membatalkan puasa.

Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA dan Ummu Salamah Ra, yang berbunyi:

ADVERTISEMENT

"Nabi Muhammad SAW pernah memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena berjima. Setelah masuk waktu Subuh tiba, beliau mandi dan berpuasa." (HR Bukhari dan Muslim).

Disebutkan juga dalam hadits yang diriwayatkan oleh Nafi' RA:

Ψ³ΩŽΨ£ΩŽΩ„Ω’Ψͺُ Ψ£ΩΩ…Ω‘ΩŽ Ψ³ΩŽΩ„ΩŽΩ…ΩŽΨ©ΩŽ ΨΉΩŽΩ†Ω Ψ§Ω„Ψ±Ω‘ΩŽΨ¬ΩΩ„Ω ΩŠΩΨ΅Ω’Ψ¨ΩΨ­ΩΨŒ ΩˆΩŽΩ‡ΩΩˆΩŽ Ψ¬ΩΩ†ΩΨ¨ΩŒ يُرِيدُ Ψ§Ω„Ψ΅Ω‘ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽΨŸ Ω‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽΨͺΩ’: ΩƒΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ψ±ΩŽΨ³ΩΩˆΩ„Ω Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΩŠΩΨ΅Ω’Ψ¨ΩΨ­Ω جُنُباً Ω…ΩΩ†ΩŽ Ψ§Ω„Ω’ΩˆΩΩ‚ΩŽΨ§ΨΉΩΨŒ Ω„ΩŽΨ§ مِنْ اِحْΨͺΩΩ„ΩŽΨ§Ω…ΩΨŒ Ψ«ΩΩ…Ω‘ΩŽ ΩŠΩŽΨΊΩ’ΨͺΩŽΨ³ΩΩ„Ω وَيُΨͺِمُّ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽΩ‡Ω. Ψ±ΩˆΩ‡ Ψ§Ψ¨Ω† Ω…Ψ§Ψ¬Ω‡.

Artinya: "Aku bertanya kepada Ummu Salamah (istri nabi) mengenai seseorang yang bangun pagi dalam keadaan junub dan ia hendak berpuasa? Ia menjawab: Rasulullah SAW bangun pagi dalam keadaan junub karena bersetubuh, bukan karena mimpi basah, kemudian beliau mandi besar dan menyempurnakan puasanya." (HR Ibnu Majah)

Dengan demikian, mandi wajib setelah subuh tidak membatalkan puasa Ramadan. Dikarenakan hadas besar bukan merupakan syarat sah puasa, melainkan syarat sah sholat.

Kendati demikian, umat Islam tetap dianjurkan untuk segera mandi wajib agar dapat melaksanakan salat Subuh tepat waktu dalam keadaan suci. Menunda mandi wajib tanpa alasan yang dibenarkan hingga menyebabkan tertinggalnya salat tidak dibenarkan dalam Islam.

Niat Mandi Wajib

Mengutip buku Fiqh Ibadah oleh Zaenal Abidin, sebelum melaksanakan mandi wajib, umat muslim perlu membaca niat mandi wajib terlebih dahulu, di antaranya:

1. Bacaan Niat Mandi Wajib untuk Menghilangkan Hadas Besar

Laki-laki dan perempuan yang ingin membersihkan hadas besar akibat keluarnya air mani atau setelah berhubungan intim, berikut bacaan niatnya:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ§Ω„Ω’ΨΊΩΨ³Ω’Ω„ΩŽ Ω„ΩΨ±ΩŽΩΩ’ΨΉΩ Ψ§Ω„Ω’Ψ­ΩŽΨ―ΩŽΨ«Ω Ψ§Ω’Ω„Ψ§ΩŽΩƒΩ’Ψ¨ΩŽΨ±Ω ΩΩŽΨ±Ω’ΨΆΩ‹Ψ§ ِللهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah SWT."

2. Bacaan Niat Mandi Wajib Setelah Haid Selesai

Bagi perempuan yang masa menstruasinya telah selesai, diwajibkan untuk mandi wajib terlebih dahulu sebelum melaksanakan ibadah salat. Simak bacaan niatnya di bawah ini:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ§Ω„Ω’ΨΊΩΨ³Ω’Ω„ΩŽ Ω„ΩΨ±ΩŽΩΩ’ΨΉΩ حَدَثِ Ψ§Ω„Ω’Ψ­ΩŽΩŠΩ’ΨΆΩ ِللهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitul ghusla liraf'i hadatsil haidil lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari haid karena Allah SWT."

3. Bacaan Mandi Wajib Setelah Nifas Berakhir

Saat masa nifas berakhir, seorang wanita wajib mensucikan dirinya dengan melaksanakan mandi wajib. Berikut bacaan niatnya:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ§Ω„Ω’ΨΊΩΨ³Ω’Ω„ΩŽ Ω„ΩΨ±ΩŽΩΩ’ΨΉΩ حَدَثِ Ψ§Ω„Ω†ΩΩ‘ΩΩŽΨ§Ψ³Ω ِللهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitul ghusla liraf'i hadatsin nifaasi lillahi ta'aala.

Artinya: "Aku berniat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah SWT."

Tata Cara Mandi Wajib

Perlu diketahui, bahwasannya mandi wajib memiliki ketentuan tersendiri yang tidak dapat disamakan dengan mandi biasa. Berikut ini tata caranya.

  • Membaca niat doa mandi wajib, seperti yang dijelaskan di atas sesuai hadas besarnya.
  • Mencuci tangan sebanyak tiga kali untuk membersihkan tangan dari najis.
  • Membersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor, termasuk pada kemaluan.
  • Setelah itu, mencuci kembali tangan yang kotor dengan sabun.
  • Berwudhu.
  • Membasahi kepala dengan air sebanyak tiga kali hingga ke pangkal rambut.
  • Dilanjutkan dengan menyela-nyela rambut dengan menggunakan jari-jari tangan.
  • Mengguyur air ke seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan kemudian kiri.
  • Pastikan seluruh lipatan kulit dan bagian yang tak dapat terjangkau tangan ikut dibersihkan dengan air.
  • Proses mandi wajib selesai.

Demikian informasi mengenai apakah puasa Ramadan tetap sah meski mandi wajib setelah subuh. Semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads