Malam Nisfu Syaban 2026 Hari Ini, Berikut 5 Amalan Mustajab yang Dianjurkan!

Malam Nisfu Syaban 2026 Hari Ini, Berikut 5 Amalan Mustajab yang Dianjurkan!

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Senin, 02 Feb 2026 15:00 WIB
Abstract Eid Mubarak Islamic banner design vector
Ilustrasi malam nisfus syaban. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Creative-Hat)
Palembang -

Peringatan malam Nisfu Syaban akan jatuh pada Senin, 2 Februari 2026. Tepatnya pada waktu Magrib atau Matahari tenggelam. Umat Islam dapat mengamalkan sejumlah ibadah khusus di malam tersebut.

Malam Nisfu Syaban adalah malam pertengahan bulan Syaban atau tanggal 15 yang diyakini sebagai momen istimewa. Sebab, Allah SWT akan menerima amal manusia serta membukakan pintu ampunan bagi yang memohon dengan sungguh-sungguh.

Tak heran bila umat Islam berbondong-bondong ingin memenangkan pertarungan doa di malam Nisfu Syaban. Selain itu, ada 5 amalan yang dianjurkan untuk dilakukan di malam tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

5 Amalan Malam Nisfu Syaban

Melakukan amalan Nisfu Syaban harus bersumber dari hadis Rasulullah SAW. Hal ini menjamin kesahihan karena ada dalil yang melatarbelakangi seseorang melakukan ibadah tersebut.

Rasulullah SAW menyatakan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ad-Dailami, Imam 'Asakir, dan Al-Baihawi: "Ada 5 malam di mana doa tidak tertolak pada malam-malam tersebut yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Syaban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan Malam Idul Adha."

ADVERTISEMENT

Adapun 5 amalan yang bisa dikerjakan pada malam Nisfu Syaban yakni:

1. Memperbanyak Istighfar

Dilansir laman MUI Jatim, membaca istighfar bertujuan untuk meminta ampunan kepada Allah SWT. Sebagaimana telah disebutkan bahwa pada malam Nisfu Syaban akan dibukakan pintu pengampunan untuk hamba yang memohon dengan sungguh-sungguh.

Adapun bacaan istighfar yang dapat dilafalkan sebagai berikut:

Bacaan Istighfar Pertama:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ

Arab Latin: "Astaghfirullah."

Artinya: "Aku memohon ampunan kepada Allah."

Bacaan Istighfar Kedua:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْم

Arab Latin: "Astaghfirullaahal 'Azhiim."

Artinya: "Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung."

Bacaan Istighfar Ketiga:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِيْ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ القَيُّوْمَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Arab Latin: "Astaghfirullaahal-ladzii laa ilaaha illaa huwal-hayyal-qayyuum, wa atuubu ilaihi."

Artinya: "Aku memohon ampunan kepada Allah, Dzat yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Mengurus segala urusan, dan aku bertobat kepadanya."

Bacaan Istighfar Keempat, Sayyidul Istighfar:

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَـٰهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ، فَاغْفِرِلِيْ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Arab Latin: "Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii, wa ana 'abduka, wa ana 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'uudzu bika min syarri maa shana'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya, wa abuu-u bidzanbii, faghfirlii, fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta."

Artinya: "Ya Allah, Engkau Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau, yang menciptakanku. Aku adalah hambamu. Aku memegang baiat dan janjimu semampuku. Aku memohon perlinduangan kepada-Mu dari keburukan apa yang aku perbuat. Aku mengakui anugerah kenikmatan-Mu padaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah untukku. Karena sungguh tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau."

2. Memperbanyak Dzikir

Membaca dzikir bisa dilakukan secara mandiri atau berjamaah bersama orang lain. Ada empat bacaan dzikir yang utama yang bisa diamalkan, yakni:

Dzikir Pertama

Membaca istighfar dengan bacaan:

أَسْتَغْفِرُ الله وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Arab Latin: Astaghfirullah wa atubu ilaih

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah dan aku bertobat kepadanya."

Dzikir Kedua

Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Dzikir Ketiga

Membaca tasbih, tahmid, tahlil dan takbir.

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Arab Latin: Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar

Artinya: "Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar."

Dzikir Keempat

Membaca kalimat tauhid.

لآإِلَهَ إِلاَّ الله

Arab Latin: Laa illaha illallah

Artinya: "Tiada Tuhan Selain Allah."

3. Membaca Surah Yasin

Surah Yasin merupakan surah ke-36 dalam Al-Quran. Dikutip NU Online, Yasin adalah salah satu surat dalam Al-Quran yang diyakini kemuliaannya. Surat ini mengandung banyak nasihat dan pelajaran; karena itu, membacanya termasuk ibadah yang baik.

Anjuran membaca Yasin tiga kali pada malam Nisfu Syaban disampaikan oleh KH Sholeh Darat. Baginya, setiap pembacaan surah Yasin mempunyai makna tersendiri. Diketahui, ia merupakan guru pendiri Nahdlatul Ulama Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asy'ari dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan.

4. Membaca Doa Nisfu Syaban

Malam Nisfu Syaban diyakini sebagai salah satu malam yang mustajab. Barangsiapa yang berdoa, inshaa Allah doanya tidak tertolak. Walaupun dalil amalan ini lemah, tidak ada salahnya mengamalkan karena dalam riwayat sahih tetap dianjurkan berdoa.

Dalam tradisi Indonesia biasanya membaca doa berikut ini:

"Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu 'alaika."

Menurut Ibnu Mas'ud orang yang membaca doa tersebut akan senantiasa Allah luaskan rezekinya dan penuhi segala kebutuhannya. selain itu, ada satu doa panjang yang juga kerap dibaca umat muslim Indonesia.

Doa tersebut tertulis kitab Maslakul Akhyar karya Mufti Betawi, Syekh Sayyid Utsman bin Yahya. Pembacaan doa ini biasanya menjadi selingan setelah membaca surah Yasin. Berikut bacaan doanya:

اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ. اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

Arab Latin: Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu 'alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in'ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma'manal khā'ifīn. Allāhumma in kunta katabtanī 'indaka fī ummil kitābi asyqiyā'a au mahrūmīna au muqattarīna 'alayya fir rizqi, famhullāhumma fī ummil kitābi syaqāwatī, wa hirmānī waqtitāra rizqī, waktubnī 'indaka su'adā'a marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fī kitābikal munzali 'ala lisāni nabiyyikal mursali "Yamhullāhu mā yasyā'u wa yutsbitu wa 'indahū ummul kitāb." Wa shallallāhu 'alā sayyidinā Muhammadin wa 'alā ālihī wa shahbihī wa sallama, walhamdulillāḥi rabbil 'ālamīn.

Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.' Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, beserta sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam." (Sayyid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, hal. 77-80)

5. Memperbanyak Bacaan Sholawat

Pada bulan Syaban, Allah SWT menurunkan ayat ke-56 surat Al-Ahzab yang berisi perintah bagi muslim untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Adapun bacaannya sebagai berikut:

Sholawat Nabi Paling Singkat

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

Arab Latin: Allaahumma shalli 'alaa Muhammad wa'alaa aali Muhammad.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad."

Sholawat Ibrahimiyah (Paling Utama)

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Arab Latin: Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama shallaita 'ala Ibrahima wa 'ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung."

Sholawat Jibril (Singkat dan Populer)

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد

Arab Latin: Shallallahu 'ala Muhammad.

Artinya: "Semoga Allah melimpahkan sholawat atas Muhammad."

Sholawat Nariyah (Permohonan Pertolongan)

اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَكَ

Arab Latin: Allahumma shalli shalaatan kaamilatan wa sallim salaaman taamman 'ala sayyidina Muhammadinil ladzi tanhallu bihil 'uqadu wa tanfariju bihil kurabu wa tuqdha bihil hawaa'iju wa tunaalu bihir raghaa'ibu wa husnul khawaatimi wa yustasqal ghamaamu biwajhihil kariimi wa 'ala aalihi wa shahbihi fii kulli lamhatin wa nafasin bi'adadi kulli ma'luumin laka.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat yang sempurna dan berilah kesejahteraan yang merata kepada baginda kami Nabi Muhammad, yang dengan perantaranya segala kesulitan dapat terpecahkan, segala kesusahan dapat dihilangkan, segala kebutuhan dapat terpenuhi, segala keinginan dapat dicapai, serta diperoleh akhir hayat yang baik (husnul khatimah), dan senantiasa dimintakan hujan dari awan melalui wajahnya yang mulia. Semoga rahmat dan salam tersebut juga tercurahkan kepada keluarga dan para sahabatnya pada setiap kedipan mata dan embusan napas, sebanyak jumlah segala sesuatu yang Engkau ketahui."

Itulah 5 amalan malam Nisfu Syaban sesuai sunnah lengkap dengan teks Arab, Latin, hingga arti. Selama mengamalkan, ya.



(mep/mep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads