5 Amalan Malam Nisfu Syaban Sesuai Sunnah Lengkap: Arab, Latin-Arti

5 Amalan Malam Nisfu Syaban Sesuai Sunnah Lengkap: Arab, Latin-Arti

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Minggu, 01 Feb 2026 11:00 WIB
5 Amalan Malam Nisfu Syaban Sesuai Sunnah Lengkap: Arab, Latin-Arti
Ilustrasi malam Nisfu Syaban. (Foto: ChatGPT)
Palembang -

Dalam hitungan kalender Hijriah terbitan Kementerian Agama Ri, malam Nisfu Syaban jatuh pada 15 Syaban 1447 H yang bertepatan dengan Senin, 2 Februari 2026. Umat Islam dianjurkan melakukan amalan Nisfu Syaban yang sesuai sunnah Rasulullah.

Mengamalkan suatu ibadah mesti yang bersumber dari ajaran Rasulullah SAW, termasuk amalan pada malam Nisfu Syaban. Perihal tersebut, banyak yang bingung kesahihan dalil dari amalan-amalan yang beredar di media sosial.

Apa itu Nisfu Syaban?

Dilansir laman Majelis Ulama Indonesia (MUI) nisfu artinya separuh dan Syaban adalah bulan kedelapan sebelum Ramadan. Nisfu Syaban merupakan malam mulia yang terjadi pada pertengahan bulan Syaban.

Pada malam tersebut amal ibadah umat manusia akan diangkat dan diperlihatkan ke hadapan Allah SWT. Oleh sebab itu, dianjurkan melakukan sejumlah ibadah sunnah agar ketika amal ibadah dicek sedang melakukan kebaikan.

Dikutip UIN Sunan Gunung Djati, pada malam 15 Syaban dipercaya sebagai malam penuh pengampunan, di mana Allah SWT akan mengampuni dosa bagi mereka yang memohon ampunan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

"Apabila tiba malam Nisfu Syaban, maka malaikat berseru menyampaikan dari Allah: Adakah orang yang memohon ampun maka aku ampuni, adakah orang yang meminta sesuatu maka aku berikan permintaannya." (HR. Al-Baihaqi dalam Syu'ab al Iman).

5 Amalan Malam Nisfu Syaban

Melakukan malan Nisfu Syaban harus bersumber dari hadis Rasulullah SAW. Hal ini menjamin kesahihan karena ada dalil yang melatarbelakangi seseorang melakukan ibadah tersebut.

Rasulullah SAW menyatakan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ad-Dailami, Imam 'Asakir, dan Al-Baihawi: "Ada 5 malam di mana doa tidak tertolak pada malam-malam tersebut yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Syaban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan Malam Idul Adha."

Adapun 5 amalan yang bisa dikerjakan pada malam Nisfu Syaban yakni:

1. Memperbanyak Istigfar

Dilansir laman MUI Jatim, membaca istighfar bertujuan untuk meminta ampunan kepada Allah SWT. Sebagaimana telah disebutkan bahwa pada malam Nisfu Syaban akan dibukakan pintu pengampunan untuk hamba yang memohon dengan sungguh-sungguh.

Adapun bacaan isftighfar yang dapat dilafalkan sebagai berikut:

Bacaan Istighfar Pertama:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ

Arab Latin: "Astaghfirullaah."

Artinya: "Aku memohon ampunan kepada Allah."

Bacaan Istighfar Kedua:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْم

Arab Latin: "Astaghfirullaahal 'Azhiim."

Artinya: "Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung."

Bacaan Istighfar Ketiga:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِيْ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ القَيُّوْمَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Arab Latin: "Astaghfirullaahal-ladzii laa ilaaha illaa huwal-hayyal-qayyuum, wa atuubu ilaihi."

Artinya: "Aku memohon ampunan kepada Allah, Dzat yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Mengurus segala urusan, dan aku bertobat kepadanya."

Bacaan Istighfar Keempat, Sayyidul Istighfar:

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَـٰهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ، فَاغْفِرِلِيْ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Arab Latin: "Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii, wa ana 'abduka, wa ana 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'uudzu bika min syarri maa shana'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya, wa abuu-u bidzanbii, faghfirlii, fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta."

Artinya: "Ya Allah, Engkau Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau, yang menciptakanku. Aku adalah hambamu. Aku memegang baiat dan janjimu semampuku. Aku memohon perlinduangan kepada-Mu dari keburukan apa yang aku perbuat. Aku mengakui anugerah kenikmatan-Mu padaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah untukku. Karena sungguh tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau."

2. Memperbanyak Dzikir

Membaca dzikir bisa dilakukan secara mandiri atau berjamaah bersama orang lain. Ada empat bacaan dzikir yang utama yang bisa diamalkan, yakni:

Dzikir Pertama

Membaca istighfar dengan bacaan:

أَسْتَغْفِرُ الله وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Arab Latin: Astaghfirullah wa atubu ilaih

Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah dan aku bertobat kepadanya.

Dzikir Kedua

Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Dzikir Ketiga

Membaca tasbih, tahmid, tahlil dan takbir.

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Arab Latin: Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar

Artinya: Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar.

Dzikir Keempat

Membaca kalimat tauhid.

لآإِلَهَ إِلاَّ الله

Arab Latin: Laa illaha illallah

Artinya: "Tiada Tuhan Selain Allah."

3. Membaca Surah Yasin

Surah Yasin merupakan surah ke-36 dalam Al-Quran. Dikutip NU Online, Yasin adalah salah satu surat dalam Al-Quran yang diyakini kemuliaannya. Surat ini mengandung banyak nasihat dan pelajaran; karena itu, membacanya termasuk ibadah yang baik.

Anjuran membaca Yasin tiga kali pada malam Nisfu Syaban disampaikan oleh KH Sholeh Darat. Baginya, setiap pembacaan surah Yasin mempunyai makna tersendiri. Diketahui, ia merupakan guru pendiri Nahdlatul Ulama Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asy'ari dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan.

Tata Cara Baca Surah Yasin di Malam Nisfu Syaban

Pembacaan Yasin menjadi perantara sebelum berdoa di malam Nisfu Syaban. Bagi yang ingin mengamalkan ibadah ini, dapat mengikuti panduan yang dilakukan para ulama pesantren. Berikut ketentuan dan tata cara membaca surah Yasin di malam Nisfu Syaban:

a. Waktu Pelaksanaan

Pembacaan surah Yasin dilakukan ketika sudah memasuki malam Nisfu Syaban, yakni mulai dari waktu Maghrib hingga Subuh di esok harinya. Untuk waktu yang dianjurkan, yakni setelah salat Magrib hingga sebelum Isya.

b. Persiapan Sebelum Membaca

  • Berwudhu terlebih dahulu sebelum memulai membaca. Pastikan diri dan pakaian yang dikenakan dalam keadaan suci.
  • Pilihlah tempat yang tenang dan khusyuk.
  • Kenakan pakaian yang sopan dan menutup aurat.
  • Duduklah di posisi yang menghadap kiblat saat membaca.

c. Urutan dan Tata Cara Membaca Yasin Tiga Kali

  • Membaca surah Yasin pertama dengan niat panjang umur di dalam ketaatan kepada Allah SWT.
  • Membaca surah Yasin kedua untuk niat murah rezeki yang halal.
  • Kemudian, dilanjutkan membaca doa Nisfu Syaban.
  • Membaca surat Yasin lagi dengan niat memantapkan iman dan mati dalam keadaan beriman.
  • Terakhir, membaca doa Nisfu Syaban

4. Membaca Doa Nisfu Syaban

Malam Nisfu Syaban diyakini sebagai salah satu malam yang mustajab. Barangsiapa yang berdoa, inshaa Allah doanya tidak tertolak. Walaupun dalil amalan ini lemah, tidak ada salahnya mengamalkan karena dalam riwayat sahih tetap dianjurkan berdoa.

Dalam tradisi Indonesia biasanya membaca doa berikut ini:

"Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu 'alaika."

Menurut Ibnu Mas'ud orang yang membaca doa tersebut akan senantiasa Allah luaskan rezekinya dan penuhi segala kebutuhannya. selain itu, ada satu doa panjang yang juga kerap dibaca umat muslim Indonesia.

Doa tersebut tertulis kitab Maslakuk Akhyar karya Mufti Betawi, Syekh Sayyid Utsman bin Yahya. Pembacaan doa ini biasanya menjadi selingan setelah membaca surah Yasin. Berikut bacaan doanya:

اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ. اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

Arab Latin: Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu 'alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in'ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma'manal khā'ifīn. Allāhumma in kunta katabtanī 'indaka fī ummil kitābi asyqiyā'a au mahrūmīna au muqattarīna 'alayya fir rizqi, famhullāhumma fī ummil kitābi syaqāwatī, wa hirmānī waqtitāra rizqī, waktubnī 'indaka su'adā'a marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fī kitābikal munzali 'ala lisāni nabiyyikal mursali "Yamhullāhu mā yasyā'u wa yutsbitu wa 'indahū ummul kitāb." Wa shallallāhu 'alā sayyidinā Muhammadin wa 'alā ālihī wa shahbihī wa sallama, walhamdulillāḥi rabbil 'ālamīn.

Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.' Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, beserta sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam." (Sayyid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, hal. 77-80)

5. Memperbanyak Bacaan Sholawat

Pada bulan Syaban, Allah SWT menurunkan ayat ke-56 surat Al-Ahzab yang berisi perintah bagi muslim untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Adapun bacaannya sebagai berikut:

Sholawat Nabi Paling Singkat

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

Arab Latin: Allaahumma shalli 'alaa Muhammad wa'alaa aali Muhammad.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad."

Sholawat Ibrahimiyah (Paling Utama)

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Arab Latin: Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama shallaita 'ala Ibrahima wa 'ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung."

Sholawat Jibril (Singkat dan Populer)

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد

Arab Latin: Shallallahu 'ala Muhammad.

Artinya: "Semoga Allah melimpahkan sholawat atas Muhammad."

Sholawat Nariyah (Permohonan Pertolongan)

اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَكَ

Arab Latin: Allahumma shalli shalaatan kaamilatan wa sallim salaaman taamman 'ala sayyidina Muhammadinil ladzi tanhallu bihil 'uqadu wa tanfariju bihil kurabu wa tuqdha bihil hawaa'iju wa tunaalu bihir raghaa'ibu wa husnul khawaatimi wa yustasqal ghamaamu biwajhihil kariimi wa 'ala aalihi wa shahbihi fii kulli lamhatin wa nafasin bi'adadi kulli ma'luumin laka.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat yang sempurna dan berilah kesejahteraan yang merata kepada baginda kami Nabi Muhammad, yang dengan perantaranya segala kesulitan dapat terpecahkan, segala kesusahan dapat dihilangkan, segala kebutuhan dapat terpenuhi, segala keinginan dapat dicapai, serta diperoleh akhir hayat yang baik (husnul khatimah), dan senantiasa dimintakan hujan dari awan melalui wajahnya yang mulia. Semoga rahmat dan salam tersebut juga tercurahkan kepada keluarga dan para sahabatnya pada setiap kedipan mata dan embusan napas, sebanyak jumlah segala sesuatu yang Engkau ketahui."

Dekimian 5 amalan malam Nisfu Syaban sesuai sunnah lengkap dengan teks Arab, Latin, hingga arti. Selama mengamalkan, ya.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Sederet Amalan Sunah Saat Idulfitri"
[Gambas:Video 20detik]
(mep/mep)
Berita Terkait