Apa Itu Nisfu Syaban? Intip Dasar Hukum, Sejarah dan Amalannya

Apa Itu Nisfu Syaban? Intip Dasar Hukum, Sejarah dan Amalannya

Anissa Syafriani - detikSumbagsel
Rabu, 28 Jan 2026 23:31 WIB
Ilustrasi bulan Syakban.
Foto: Ilustrasi bulan Syakban. (Gemini AI)
Palembang -

Menjelang Ramadan khususnya pada bulan Syakban, terdapat malam nisfu syaban. Momen ini merupakan momen yang hanya datang satu tahun sekali. Meski demikian, masih banyak umat Islam yang masih bingung terkait apa itu nisfu syaban?

Dalam laman resmi Baznas, malam nisfu syaban banyak memberikan manfaat bagi yang meningkatkan ibadah. Umat Islam meyakini dengan amalan nifsu syaban Allah membuka ampunan dan memberikan rahmatnya.

Dengan memahami apa itu nisfu syaban, umat Islam dapat memanfaatkan momen ini dengan baik. Artikel berikut mengulas defines nisfu syaban, dasar hukum, hingga amalan apa saja yang bisa dilakukan pada momen ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nisfu Syaban dan Dasar Hukum

Nisfu syaban merupakan malam pertengahan pada bulan Syaban bulan ke 8 Kalender Hijriah. Dilansir dari website Baznas, malam nisfu syaban terjadi pada tanggal 15 bulan Syakban. Momen ini merupakan malam yang dipenuhi dengan keberkahan. Seperti yang tercantum dalam hadis berikut:

يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

ADVERTISEMENT

"Pada malam Nisfu Sya'ban, Allah mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang bertobat kecuali dosa syirik." (HR. Tirmidzi)

Pada malam ini Allah membuka pintu maaf-Nya bagi hamba yang bertobat dan memohon ampun. Ulama memiliki pandnagan yang beragam terkait perayaan malam Nisfu Syaban. Dilansir dari website NU Online, ada 2 kelompok pendapat.

Pendapat pertama menyatakan bawah sunnah hukumnya merayakan malam Nisfu Syaban secara berjamaah di masjid. Hal ini pernah dilakukan oleh Khalid bin Ma'dan dan Lukman bin Amir.

"Menghidupkan malam Nisfu Sya'ban di masjid-masjid secara berjamaah bukanlah bid'ah." Pendapat ini dinukil oleh Harb Al-Karmani dalam kitab Masa'ilnya.

Sementara pada pendapat kedua dikatakan makruh melakukan kumpul di masjid dalam rangka merayakan malam Nisfu Syaban. Namun tidak dimakruhkan untuk melaksanakan shalat atau ibadah secara sendiri sendiri.

Sejarah Nisfu Syaban

Berdasarkan sebuah kitab yang ditulis oleh Al-Imam Al-Qasthalani, peringatan malam Nisfu Syaban awalnya dilakukan oleh kelompok ulama Tabi'in di Syam (sekarang Suriah). Dalam artian lain peringatan ini baru ada di zaman tabi'in.

Untuk pelaksanaannya dan hukum berjalannya Nisfu Syaban selanjutnya terbagi menjadi dua seperti yang dibahas pada dasar hukum Nisfu Syaban. Ada golongan yang menganjurkan atau sunnah merayakan malam nisfu syaban. Dengan melakukan ibadah ibadah secara berjamaah di masjid.

Namun, ada juga yang lebih menganjurkan melakukan atau merayakan malam Nisfu Syaban ini secara sendiri sendiri. Perilaku ini meski terdapat perbedaan, keduanya tetap berlandaskan pada hadis Nabi SAW.

Keutamaan Malam Nisfu Syaban

1. Menghapus Dosa

Malam ini adalah malam pembersihan. Malam ini menjadi kesempatan emas bagi kita yang merasa memiliki banyak dosan untuk kembali suci. "Pada malam Nisfu Sya'ban, Allah mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang bertobat kecuali dosa syirik." (HR. Tirmidzi).

2. Memperoleh Ampunan dari Allah

Keutamaan ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah, namun sekaligus menjadi peringatan agar kita segera menyambung tali silaturahmi yang terputus sebelum malam tersebut tiba.

"Sesungguhnya Allah memeriksa makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya'ban, lalu Dia mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR. Ibnu Majah).

3. Malam Dikabulkannya Doa

Berdasarkan perkataan Imam Syafi'i dalam kitab Al-Umm, beliau menyebutkan bahwa ada lima malam di mana doa tidak akan ditolak, salah satunya adalah malam Nisfu Syaban. Oleh karena itu, memanjatkan doa terbaik untuk dunia dan akhirat sangat dianjurkan pada waktu tersebut.

Amalan Nisfu Syaban

1. Melaksanakan Salat Malam

Menghidupkan malam dengan salat Tahajud, salat Hajat, atau salat Tasbih sangat dianjurkan. Ibadah ini merupakan bentuk pendekatan diri yang paling intim antara hamba dengan Sang Pencipta di keheningan malam.

2. Berpuasa Sunnah

Berdasarkan tradisi Rasulullah SAW yang memperbanyak puasa di bulan Syaban, umat Islam disunnahkan berpuasa pada hari ke-15 (Ayyamul Bidh). Puasa ini berfungsi sebagai latihan fisik dan mental sebelum menghadapi kewajiban puasa Ramadan selama sebulan penuh.

3. Perbanyak Istighfar dan Memohon Ampun

Karena malam ini adalah malam pengampunan, maka memperbanyak kalimat Astaghfirullahaladzim adalah kunci. Mengakui kesalahan di masa lalu dan bertekad tidak mengulanginya akan membuat hati lebih tenang menghadapi masa depan.

4. Membaca Al-Qur'an dan Zikir

Membaca Surah Yasin atau surah-surah lainnya serta memperbanyak zikir seperti tasbih, tahmid, dan takbir akan menghidupkan suasana hati. Di Indonesia, masyarakat sering membaca Yasin sebanyak tiga kali dengan niat panjang umur dalam ketaatan, terjaga dari marabahaya, dan husnul khatimah.

5. Menyambung Tali Silaturahmi

Sesuai dengan hadis mengenai syarat ampunan, kita harus menjauhi sifat "mustahil" atau orang yang bermusuhan. Maka, sebelum malam Nisfu Syaban tiba, alangkah baiknya kita meminta maaf kepada orang tua, kerabat, dan teman-teman.

Dengan sisa waktu yang singkat menuju Ramadan, nisfu syaban menjadi momentum evaluasi diri. Melalui berbagai amalan dan pemahaman terhadap apa itu nisfu syaban, umat Islam dapat memanfaatkan nisfu syakban dan memperoleh rahmat Allah.

Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads