PDAM Palopo Didesak Tak Pasrah-Salahkan Alam Hadapi Krisis Air

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Jumat, 18 Sep 2026 14:55 WIB
Anggota Komisi C DPRD Palopo, Sadam Lamudi. Foto: (dok. istimewa)
Palopo -

Anggota Komisi C DPRD Palopo, Sadam Lamudi turut merespons gejolak warga membongkar paksa pipa PDAM gegara air macet selama 2 bulan imbas kemarau. Sadam mendesak PDAM tidak pasrah dan hanya menyalahkan alam, tetapi mesti punya solusi agar distribusi air tetap terjaga.

"Memang ketersediaan air baku berkurang karena kemarau panjang, tapi PDAM tidak boleh pasrah dan salahkan alam, perlu ada langkah-langkah antisipasinya," ujar Sadam kepada detikSulsel, Jumat (18/9/2026).

Anggota fraksi Golkar itu mengungkapkan, kondisi kemarau panjang semestinya telah lama diantisipasi PDAM. Menurutnya, gejolak warga yang terjadi saat ini harus segera menemukan solusi.

"Antisipasinya itu semestinya PDAM tetap melayani, walaupun kemarau ekstrem tetap harus ada distribusi dan saya yakin itu bisa," bebernya.

Sadam menyebut, akan segera memanggil PDAM untuk bertemu dengan warga dan mencari solusi. Dia juga menuturkan, DPRD terbuka menerima aduan terkait gejolak pembayaran air yang dikatakan tidak stabil.

"Kami pasti akan tindak lanjuti kalau memang ada laporan masuk ke kami, kemudian disertakan dengan bukti-bukti kuitansi pembayarannya. Pasti kami tindak lanjuti dan pertemukan warga dengan PDAM apabila memang benar," pungkasnya.

detikSulsel telah berupaya mengkonfirmasi Direktur Utama PDAM Palopo Steven Hamdani terkait hal tersebut, tetapi tidak mendapat respons. detikSulsel juga telah mengkonfirmasi Wali Kota Palopo Naili Trisal namun belum memberikan jawaban baik melalui pesan singkat maupun panggilan telepon.

Diketahui, sejumlah warga di perumahan Imbara Kota Palopo membongkar paksa pipa milik PDAM pada Rabu (16/9) sekitar pukul 22.30 Wita. Aksi tersebut dilakukan lantaran warga kesal air PDAM yang tidak mengalir selama dua bulan.

Sejumlah warga awalnya berkumpul bersama Babinsa dan Lurah di sekitar perumahan. Setelah itu, warga kemudian mendatangi lokasi pipa PDAM yang berada di sekitar perumahan.

Sesampainya di sana, warga kemudian mencoba membuka sambungan pipa. Sayangnya, setelah dibuka, tidak ada aliran air pada pipa tersebut.

"Sudah dua bulan sini tidak ada air, warga menderita semua. PDAM juga seolah kami ini bukan pelanggannya," ucap seorang warga bernama Wahyu.



Simak Video "Video: Krisis Air Sukabumi, Ratusan Warga Bertahan di 'Kobakan'"

(asm/hsr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork