Warga Wamena mengantar jenazah sopir lajuran atau travel, Aris Sanda yang menjadi korban penembakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Mereka mengantar jenazah dari rumah duka hingga ke Bandara Wamena.
"Ratusan pelayat dan masyarakat Wamena turut mengantar jenazah Aris Sanda, pejuang logistik bagi warga pedalaman Papua," ujar Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto kepada wartawan, Jumat (18/9/20026).
Lucky mengatakan jenazah korban diterbangkan dari Bandara Wamena menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, pada Jumat (18/9). Warga mengiringi jenazah dari rumah duka di Wamena menuju bandara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jenazah Aris Sanda dibawa ke bandara dengan menggunakan mobil ambulance, tampak diiringi oleh ratusan warga yang mengendarai sepeda motor dan mobil," kata Lucky.
Lucky menuturkan kepergian korban bukan hanya meninggalkan duka bagi masyarakat di tiga distrik di Nduga, namun sejatinya menjadi lara bagi seluruh umat.
"Bentuk kekejaman OPM terhadap korban telah menggoreskan luka teramat dalam nilai kemanusiaan, ketuhanan, agama, adat istiadat dan kultural budaya," bebernya.
Diketahui, pembunuhan itu terjadi di Jalur Wamena menuju Mbua, Jayawijaya, Selasa (15/9) sekitar pukul 06.00 Wita. Korban saat itu sedang membawa penumpang hingga dicegat pelaku di jalanan.
"Setelah itu, para penumpang diperintahkan kembali menuju Wamena, sementara Aris Sanda dibawa menuju arah kawasan Danau Habema," ucap Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M. Wirya Arthadiguna dalam keterangannya, Rabu (16/9).
