Perumda Air Minum (PDAM) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjalankan tiga langkah strategis mengatasi krisis air bersih sekaligus memperluas pemerataan distribusi hingga ke wilayah utara kota. Langkah yang dilakukan yakni normalisasi saluran air baku hingga mengoperasikan pompa Intake Manggala.
Hal itu diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Makassar, Andi Syahrum saat menjadi narasumber dalam Dialog Luar Studio RRI Pro 1 Makassar di Kantor Kelurahan Cambayya, Kecamatan Ujung Tanah, Selasa, (21/7/2026). Kegiatan ini dihadiri pemerintah setempat, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta warga.
Mengawali pemaparannya, Andi Syahrum menjelaskan dirinya menjalankan tugas direksi setelah sebelumnya menjabat sebagai Dewan Pengawas PDAM. Menurutnya, tantangan pertama yang dihadapi saat dipercaya memimpin perusahaan adalah krisis distribusi air bersih di sejumlah wilayah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat saya mulai menjalankan tugas, persoalan pertama yang harus kami hadapi adalah krisis air bersih di beberapa wilayah. Banyak masyarakat menyampaikan air tidak lagi mengalir, terutama di kawasan utara Kota Makassar," katanya.
Ia mengaku tidak ingin persoalan tersebut hanya dijadikan alasan akibat menurunnya debit air baku. Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi tantangan yang harus dijawab dengan langkah nyata.
"Kalau setiap kali masyarakat mengeluh lalu kita hanya mengatakan debit air menurun, padahal saat musim hujan pun air tetap tidak mengalir, tentu itu bukan solusi. Tugas kami adalah mencari jalan keluar agar pelayanan kembali normal," ujarnya.
Andi Syahrum kemudian turun langsung menelusuri jalur saluran air baku di kawasan Lekopancing menuju Panaikang. Ia mengaku mengikuti kondisi saluran dari satu seksi ke seksi lainnya untuk mengetahui penyebab utama berkurangnya pasokan air menuju instalasi pengolahan.
Hasil penelusuran itu menemukan adanya pendangkalan saluran yang mencapai sekitar tiga meter di beberapa titik. Berdasarkan informasi masyarakat sekitar, saluran tersebut belum pernah dikeruk sejak 1979.
"Begitu pengerukan dilakukan, aliran air baku mulai kembali masuk. Ini menjadi salah satu langkah penting untuk memulihkan pasokan air bersih kepada masyarakat," katanya.
Selain melakukan normalisasi saluran, PDAM juga memperbaiki pompa Intake Manggala (Moncongloe) yang sebelumnya mengalami kerusakan sejak Oktober 2025. Tak hanya pompa, perbaikan juga dilakukan pada instalasi kelistrikan yang menunjang operasional intake.
"Alhamdulillah, setelah pompa dan instalasi diperbaiki, distribusi air di beberapa wilayah mulai kembali normal," ujarnya.
Langkah berikutnya adalah memperkuat jaringan distribusi melalui penyambungan pipa dari Maccini Sombala menuju kawasan Tallo. Upaya tersebut dilakukan agar suplai air dapat menjangkau wilayah utara yang selama ini menjadi salah satu kawasan dengan tingkat pelayanan paling menantang.
"Kalau debit dari Moncongloe bisa mencapai sekitar 600 liter per detik, saya pastikan distribusi air ke wilayah utara akan jauh lebih baik," katanya.
Andi Syahrum turut meluruskan informasi yang sempat beredar mengenai cadangan air PDAM yang disebut hanya mampu bertahan selama 30 hari. Menurutnya, informasi tersebut tidak menggambarkan kondisi sebenarnya karena cadangan air baku PDAM berasal dari sungai yang terus dipantau setiap saat.
"Cadangan air PDAM itu bukan seperti stok di dalam tangki yang tinggal dihitung harinya. Sumber air baku kami berada di sungai dan terus kami pantau setiap hari," jelasnya.
Ia mengungkapkan, keluhan masyarakat kini juga mulai bergeser. Jika sebelumnya didominasi persoalan distribusi air, saat ini laporan yang banyak diterima berkaitan dengan dugaan pencurian meter air pelanggan.
Andi Syahrum menegaskan PDAM telah menyiapkan langkah antisipasi apabila musim kemarau ekstrem berlangsung lebih lama. Sebanyak 14 unit mobil tangki disiagakan untuk membantu distribusi air bersih kepada pelanggan yang terdampak gangguan layanan.
"Kami sudah menyiapkan mobil tangki untuk mengantisipasi kondisi yang sangat krusial. Prioritas utama tentu pelanggan PDAM yang mengalami gangguan distribusi. Namun apabila masyarakat di luar pelanggan membutuhkan bantuan air bersih melalui koordinasi RT/RW, kami juga akan berupaya membantu sesuai kemampuan yang ada," ujar Andi Syahrum.
