Air 2 Bulan Macet, Warga Imbara Palopo Bongkar Paksa Pipa PDAM

Air 2 Bulan Macet, Warga Imbara Palopo Bongkar Paksa Pipa PDAM

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Kamis, 17 Sep 2026 10:10 WIB
Warga bongkar paksa pipa PDAM Palopo gegara air 2 bulan tidak mengalir.
Warga bongkar paksa pipa PDAM Palopo gegara air 2 bulan tidak mengalir. Foto: (Ahmad Al Qadri/detikSulsel)
Palopo -

Sejumlah warga di perumahan Imbara Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), membongkar paksa pipa milik PDAM. Aksi tersebut dilakukan lantaran warga kesal air PDAM yang tidak mengalir selama dua bulan.

Pantauan detikSulsel di perumahan imbara 4, Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan, Palopo pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 22.30 Wita, sejumlah warga awalnya berkumpul bersama Babinsa dan Lurah di sekitar perumahan. Setelah itu, warga kemudian mendatangi lokasi pipa PDAM yang berada di sekitar perumahan.

Sesampainya di sana, warga kemudian mencoba membuka sambungan pipa. Sayangnya, setelah dibuka, tidak ada aliran air pada pipa tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah dua bulan sini tidak ada air, warga menderita semua. PDAM juga seolah kami ini bukan pelanggannya," ucap seorang warga bernama Wahyu.

Setelah itu, warga kembali menelusuri aliran pipa tersebut. Dalam penelusuran itu, warga sesekali mengumpat dan mempertanyakan terkait kinerja Direktur Utama PDAM, Steven Hamdani.

ADVERTISEMENT

"Tidak ada dari PDAM yang dampingi ini, kami warga semua inisiatif. Aktivitas kami terganggu gara-gara tidak ada air, kami mandi pakai air galon, mencuci pakai galon, tidak adil ini direktur PDAM, wajar didemo kemarin sama mahasiswa," bebernya.

Warga kemudian kembali menggali tanah dan menemukan sambungan pipa lainnya. Di situ, warga kemudian membuka paksa sambungan pipa, namun hanya menemukan aliran air dengan jumlah yang sedikit.

"Maksud saya kasi sama saja wilayah lain, biar kasihan tengah malam mengalir, asal ada. Kami rela begadang ji, nah ini tidak ada sama sekali," ungkapnya.

Senada, seorang warga bernama Nugrah juga mengaku telah sering meminta melalui call center PDAM agar diberikan air tangki. Namun, pihak PDAM tidak merespons permintaan tersebut.

"Sudah sering kami hubungi itu call center tapi tidak ada gunanya. Pernah ada datang satu tangki tapi mana cukup kalau lebih 100 rumah, gila betul ini PDAM," ucapnya.

Nugrah mengaku heran dengan tarif PDAM. Dia menyebut, penggunaan air yang sedikit pada saat ini tidak mengubah pembayaran.

"PDAM itu kuat menagih kewajiban tidak terpenuhi, dua bulan terakhir saya tetap bayar di atas Rp 100 ribu, di bulan pas masih lancar air begitu juga, jadi banyak memang main-mainnya ini PDAM yakin ka," pungkasnya.

detikSulsel telah berupaya mengkonfirmasi Direktur Utama PDAM Palopo Steven Hamdani terkait kejadian itu. Kendati begitu, Steven belum memberikan jawaban baik melalui pesan singkat maupun panggilan telepon.



(asm/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads