PDAM Makassar Jadi Rujukan DPRD Palopo soal Layanan-Investasi

PDAM Makassar Jadi Rujukan DPRD Palopo soal Layanan-Investasi

Fadli Ilham - detikSulsel
Selasa, 15 Sep 2026 21:03 WIB
PDAM Makassar terima kunjungan DPRD Palopo untuk studi tiru. Direktur Andi Taufiq Aris paparkan strategi efisiensi, penanganan kebocoran, dan investasi air.
PDAM Makassar terima kunjungan DPRD Palopo untuk studi tiru. Foto: dok istimewa
Makassar -

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar menerima kunjungan anggota DPRD Palopo dalam rangka studi tiru. Plt Direktur Umum Perumda Air Minum Makassar, Andi Taufiq Aris memaparkan sejumlah strategi mulai dari efisiensi anggaran, penanganan kebocoran, investasi, hingga pengelolaan sumber air baku dan produksi air bersih.

Kegiatan itu berlangsung di Kantor PDAM Makassar, Jalan Ratulangi, Selasa (15/9/2026). Rombongan anggota DPRD Palopo terdiri dari Taming Somba dari Fraksi Gerindra, Cendana Cendrana dari Fraksi Demokrat, dan AKP Purnawirawan Sihwadi dari Fraksi PAN.

Terkait kebocoran, Andi Taufiq menjelaskan penanganannya menjadi bagian penting dalam menjaga efisiensi distribusi air. Pekerjaan penanganan kebocoran perlu dilakukan secara terukur sehingga kehilangan air dapat ditekan dan pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk investasi, Andi Taufiq menegaskan bahwa setiap investasi harus melalui perhitungan yang matang. Hal ini agar perusahaan betul-betul mendapatkan manfaat.

"Setiap investasi harus dihitung dengan baik. Harus ada manfaat dan feedback bagi perusahaan," kata Andi Taufiq dalam keterangannya.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, ia menjelaskan, investasi yang dilakukan PDAM harus mempertimbangkan kebutuhan perusahaan, manfaat yang diperoleh, kemampuan pembiayaan, serta dampaknya terhadap kinerja perusahaan. Karena itu, investasi tidak dilakukan sekadar untuk pengembangan, tetapi harus memiliki dasar perhitungan dan tujuan yang jelas.

Terkait kebocoran, Andi Taufiq menjelaskan penanganannya menjadi bagian penting dalam menjaga efisiensi distribusi air. Pekerjaan penanganan kebocoran perlu dilakukan secara terukur sehingga kehilangan air dapat ditekan dan pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga.

Mengenai dividen, Andi Taufiq menjelaskan kontribusi perusahaan kepada daerah perlu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan perusahaan. Menurutnya, pengelolaan perusahaan harus tetap menjaga keseimbangan antara kewajiban memberikan kontribusi kepada daerah dengan kebutuhan menjaga keberlangsungan operasional perusahaan.

Andi Taufiq juga menjelaskan mengenai efisiensi belanja modal. Menurutnya, belanja modal perlu disusun berdasarkan kebutuhan prioritas perusahaan sehingga anggaran yang dikeluarkan benar-benar mendukung operasional dan peningkatan pelayanan.

Dalam pengelolaan sumber daya manusia, Andi Taufiq menekankan pentingnya profesionalisme. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan perusahaan harus mengedepankan kompetensi, kinerja, efisiensi, dan kebutuhan organisasi.

Menurutnya, penempatan maupun pengembangan sumber daya manusia harus didasarkan pada kapasitas dan kebutuhan perusahaan. Bukan karena latar belakang personal ataupun adanya pihak yang menitipkan seseorang untuk bekerja di perusahaan.

"Perusahaan harus dikelola secara profesional. Yang menjadi pertimbangan adalah kompetensi, kinerja dan kebutuhan perusahaan," ujarnya.

Selain persoalan manajemen, Andi Taufiq juga menjelaskan tantangan PDAM Makassar dalam pengelolaan sumber air baku dan produksi air bersih. Ia menerangkan kondisi Makassar berbeda dengan sejumlah daerah lain yang memiliki sumber mata air alami.

Karena itu, PDAM Makassar membutuhkan strategi teknis dalam menjaga ketersediaan air baku untuk mendukung proses produksi. Menurutnya, pengelolaan air baku berkaitan dengan sejumlah persoalan teknis, termasuk saluran irigasi dan sedimentasi yang dapat memengaruhi proses pengambilan serta pengolahan air.

Andi Taufiq mengatakan, pengelolaan perusahaan air minum memiliki tantangan yang berbeda di setiap daerah. Karena itu, pengalaman yang dimiliki masing-masing daerah dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memperkuat pengelolaan perusahaan dan pelayanan kepada masyarakat.



(hsr/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads