Demo Mahasiswa Tuntut Dirut PDAM Palopo Dicopot Ricuh Siang Ini

Demo Mahasiswa Tuntut Dirut PDAM Palopo Dicopot Ricuh Siang Ini

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Selasa, 15 Sep 2026 14:23 WIB
Mahasiswa unjuk rasa di depan kantor Wali Kota Palopo, menuntut pencopotan Direktur PDAM Steven Hamdani.
Mahasiswa unjuk rasa di depan kantor Wali Kota Palopo, menuntut pencopotan Direktur PDAM Steven Hamdani. Foto: Ahmad Al Qadri/detikSulsel
Palopo -

Unjuk rasa mahasiswa di depan kantor Wali Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), berakhir ricuh siang ini. Massa yang menuntut agar Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Mangkaluku (PAM-TM/PDAM) Palopo Steven Hamdani dicopot terlibat saling dorong dengan aparat penegak hukum (APH).

Pantauan detikSulsel di depan kantor Wali Kota Palopo, Jalan Andi Djemma, Kelurahan Tompotikka, Kecamatan Wara Timur, massa memulai aksi unjuk rasa sekitar pukul 13.00 Wita. Aksi mahasiswa ini dikawal personel Satpol PP dan polisi.

Dalam aksinya, massa membakar ban bekas dan bergantian orasi menyampaikan tuntutannya. Massa juga membawa sejumlah poster dan spanduk terkait kinerja PDAM Palopo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poster tersebut dibentangkan para massa aksi dan sebagian dipasang di pagar kantor Wali Kota Palopo. Poster bertuliskan 'Palopo Krisis Air, Turunkan Direktur PDAM'.

"Kami meminta agar pemerintah kota melakukan evaluasi kepada direktur PDAM yang dianggap gagal dalam memimpin PDAM Palopo," ujar salah satu orator.

ADVERTISEMENT

"Steven hanya sibuk menyalahkan alam dan el nino sembari menjilat Wali Kota guna mempertahankan jabatannya. Sedangkan kerusakan nyata mengenai distribusi air, rekrutmen pegawai masih terbengkalai," lanjut orator tersebut.

Mahasiswa unjuk rasa di depan kantor Wali Kota Palopo, menuntut pencopotan Direktur PDAM Steven Hamdani.Mahasiswa unjuk rasa di depan kantor Wali Kota Palopo, menuntut pencopotan Direktur PDAM Steven Hamdani. Foto: Ahmad Al Qadri/detikSulsel

Aksi kemudian memanas saat mahasiswa memaksa masuk ke halaman Kantor Wali Kota Palopo. Massa mahasiswa pun terlibat saling dorong dengan aparat satpol PP yang mencoba menghalangi.

Massa mahasiswa terus mencoba masuk ke kantor wali kota dengan mendorong pagar besi kantor. Ketegangan meredah setelah aparat membuka gerbang dan membiarkan mahasiswa masuk.

Saat ini massa mahasiswa menunggu untuk bertemu dengan Wali Kota dan pejabat terkait untuk menyampaikan tuntutannya.



(hsr/hmw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads