Jenazah Sopir Dibunuh OPM Tiba di Makassar, Dijemput Bupati

Jenazah Sopir Dibunuh OPM Tiba di Makassar, Dijemput Bupati

Ricdwan Abbas Bandaso - detikSulsel
Jumat, 18 Sep 2026 18:30 WIB
Penjemputan jenazah almarhum Aris Sanda di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Penjemputan jenazah almarhum Aris Sanda di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

Jenazah Aris Sanda, sopir yang dibunuh sadis organisasi Papua Merdeka (OPM) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, telah tiba di Makassar. Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong turut menjemput jenazah di bandara untuk selanjutnya di dibawa ke kampung halaman.

Jenazah almarhum diterbangkan dari Wamena menggunakan pesawat kargo Trigana Air TGN-7362/PK-YSW. Selanjutnya jenazah diterbangkan Bandara Sentani menggunakan Lion Air JT-797 dan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar pukul 14.40 Wita.

"Iya, Bapak Bupati bersama istri dan anak korban menyambut langsung kedatangan jenazah saudara Aris Sanda di Bandara Hasanuddin. Saya dampingi beliau," ujar Kepala Inspektorat Toraja Utara, Yaya Rundupadang kepada detikSulsel, Jumat (18/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yaya mengatakan, jenazah korban selanjutnya dibawa ke Gereja Toraja Jemaat Filadelphia Citra Daya, Makassar untuk dilangsungkan ibadah penghiburan. Seusai ibadah, jenazah Aris Sanda diberangkatkan ke rumah duka di Toraja Utara.

"Tadi ibadah penghiburan di Gereja Toraja Jemaat Filadelphia Citra Daya. Pukul 16.40 diberangkatkan ke Tampan Bonga Toraja Utara," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Rombongan pengantar jenazah diperkirakan tiba di Makale, Kabupaten Tana Toraja, sekitar pukul 00.00 Wita atau 12 malam. Setibanya di Makale, jenazah akan diarak rombongan Pemda Toraja Utara bersama Satpol PP ke rumah duka Tampan Bonga, Bangkelekila.

Diketahui, Aris Sanda tewas ditembak OPM di Wamena. Jenazah korban ditemukan dalam mobil yang terbakar di kawasan Danau Habema, Jayawijaya. Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 06.00 WIT.

"Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya," kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M Wirya Arthadiguna dalam keterangannya, Rabu (16/9).

Saat itu, Aris memimpin rombongan kendaraan lajuran membawa logistik dan penumpang dari Wamena menuju Mbua. Saat berada di sekitar pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora, Kabupaten Jayawijaya, rombongan dihentikan oleh sekelompok orang bersenjata dari kelompok TPNPB-OPM Kodap III Ndugama.

Para penumpang diminta turun dan diperiksa oleh kelompok bersenjata tersebut sebelum akhirnya diperintahkan kembali menuju Wamena. Namun, Aris diisolasi dari rombongan dan ditawan.

Sebelum dieksekusi, Aris diduga sempat dipaksa membuat pernyataan dukungan terhadap Papua Merdeka dalam sebuah rekaman video singkat. Setelah itu, ia ditembak mati di mana foto sebelum dibakar menunjukkan kondisi luka robek di bagian kepala.

"Aris Sanda alias bapak Tasya, asal Toraja, dilaporkan menjadi korban tindakan kekerasan oleh kelompok bersenjata OPM Kodap II Ndugama yang mengakibatkan korban meninggal dunia", jelas Wirya.



(asm/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads