PDAM Klaten Buka Suara soal Warga Cawas Krisis Air gegara Pipa Jebol

PDAM Klaten Buka Suara soal Warga Cawas Krisis Air gegara Pipa Jebol

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Jumat, 14 Agu 2026 17:18 WIB
Pipa distribusi PDAM yang jebol di dekat proyek jembatan Cawas, Klaten, Jumat (14/8/2026).
Pipa distribusi PDAM yang jebol di dekat proyek jembatan Cawas, Klaten, Jumat (14/8/2026). Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Ribuan warga di sebagian wilayah Kecamatan Cawas, Klaten, mengalami krisis air bersih karena pipa distribusi PDAM jebol. PDAM Tirta Merapi Klaten mengaku sedang berupaya mengganti pipa tersebut.

"Sejak tadi pagi kita mulai lakukan perbaikan. Untuk kemarin kita memang fokus ke persiapan alat," kata Direktur Teknik PDAM Tirta Merapi Klaten, Sigit Setiawan Bimantoro, saat dihubungi detikJateng lewat telepon, Jumat (14/8/2026).

Sigit mengatakan, pipa PVC itu dengan pipa besi atau GI karena tanah di lokasi mudah longsor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kondisi di lapangan tanah mudah longsor, sehingga pipa yang semula PVC kami harus ganti dengan pipa besi atau GI. Apalagi pipanya pipa besar," ujar dia.

Sigit menjelaskan, pipa itu berdiameter 30 sentimeter. Pemasangannya harus menggunakan alat berat.

ADVERTISEMENT

"Pipa besi sudah datang, alat berat juga sudah. Ini sudah kita mulai eksekusi, mohon doanya segera selesai," kata Sigit.

Menurut Sigit, pipa itu jebol pada Selasa (11/8) tengah malam. PDAM melakukan perbaikan pada Rabu (12/8) pagi. Perbaikan awal menggunakan pipa PVC karena kondisi darurat.

"Kita gunakan pipa PVC karena kondisi darurat. Kita kerjakan sampai magrib dan sudah kita buka, air sudah mengalir lancar dan kita tunggui," ujar Sigit.

Saat tengah malam, pipa PVC itu kembali jebol dan putus karena tanah di lokasi mengalami longsor.

"Tanah di bawah pipa jugruk (longsor) akhirnya pipa putus, sehingga kita pakai opsi menggunakan pipa besi. Soal kaitannya dengan proyek jembatan, itu nanti, yang penting secepatnya air normal kembali," pungkas Sigit.

Sementara itu warga Desa Kedung Ampel, Agus, mengatakan sampai siang tadi air PDAM belum mengalir. Ia pun terpaksa nebeng ke sumur tetangga.

"Di sini setelah ada PDAM banyak sumur tidak digunakan, jadi airnya (sumur) bau. Tapi masih ada satu sumur yang bagus buat ngangsu (mengambil air)," katanya kepada detikJateng.

Warga Desa Cawas, Jumari, mengatakan air PDAM sempat lancar pada Rabu (12/8) lalu, kemudian macet lagi sampai hari ini.

"Ya ke sumur tetangga yang masih punya sementara. Ada juga yang beli galon isi ulang," kata dia saat ditemui detikJateng.

Sebelumnya diberitakan, warga di beberapa desa di Kecamatan Cawas, Klaten mengalami krisis air bersih. Penyebabnya pipa distribusi di Jembatan Cawas yang sedang dibangun jebol.

"Air mati sudah tiga hari ini. Penyebabnya pipa jebol, kemarin sudah disambung tapi putus lagi," kata Sabarno, warga Dukuh Nglengkong, Desa Nanggulan, Kecamatan Cawas, di lokasi putusnya pipa PDAM, Kamis (13/8) siang.

"Program Pamsimas juga tidak ada. Sumur lama juga sudah tidak dipakai sejak lama, sudah tidak bisa dipakai," imbuh dia.



(dil/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads