Rumah Makan-Kafe di Makassar Sepi Imbas Antrean BBM, Omzet Turun 50%

Fadli Ilham - detikSulsel
Sabtu, 12 Sep 2026 16:34 WIB
Kafe Peluk di Makassar sepi pengunjung imbas antrean BBM di SPBU. Foto: (Fadli Ilham/detikSulsel)
Makassar -

Sejumlah usaha kini mulai merasakan efek domino antrean panjang kendaraan mengisi bahan bakar minyak (BBM) pada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Rumah makan hingga kafe misalnya, mengalami penurunan omzet mencapai 50 persen karena pengunjung sepi.

Pemilik kuliner rumah makan di Makassar, Tiara Purnama mengungkapkan omzet usaha miliknya berkurang semenjak antrean BBM terjadi di Makassar. Selain BBM, gas melon alias LPG 3 Kg pun mengalami lonjakan harga.

"Selama ini omzet yang kita dapat per hari itu lumayan alhamdulillah, tapi sekarang ini berkurang. Karena mungkin bensin sulit, langka, orang terbatas, kemudian otomatis dagangan yang kita mau jual gas langka," ucap Tiara kepada detikSulsel, Sabtu (12/9/2026).

Omzet rumah makan di kondisi normal untuk pelayanan pukul 09.00 hingga 14.00 disebutnya bisa mencapai Rp 3 juta. Namun, beberapa hari terakhir terjadi penurunan drastis yang mencapai 50 persen lebih.

"Biasanya kita kalau normal dari pagi sampai jam 2 siang itu alhamdulillah dapat Rp 3 juta. Sekarang semenjak 5 hari kemarin itu kita hanya dapat Rp 1 jutaan," ujarnya.

Tiara mengaku tidak berani untuk menyesuaikan harga menu makanan lebih tinggi. Menurutnya, kondisi tersebut hanya dapat disiasati dengan mengurangi porsi makanan.

"Harganya tetap normal kami kasi, kita tidak mungkin kasi naik tapi tetap kita sendiri yang jadi kendala, jadi disiasati saja," jelasnya.

Usaha rumah makan yang juga melayani catering ini pun ikut terhambat. Menurutnya, cukup banyak pesanan catering makanan dibatalkan akibat lamanya pengantaran karena kehabisan BBM.

"Jadi kejadian seperti ini sangat berdampak terhadap industri rumah tangga. Pertama banyak orderan jadi ter-cancel. Intinya itu sangat berdampak tidak sesuai dengan kinerja kami saat normal," ungkapnya.

Kondisi yang sama juga dialami di Kafe Peluk Space yang berada di Kecamatan Panakkukang, Makassar. Zul salah satu barista di Kafe tersebut mengungkapkan sepinya pengunjung sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir.

"Sangat terdampak di sini. Di sini sudah 2 hari kurang sekali pengunjung, ini sampai siang baru 2 orang pengunjung, biasa tidak begini," katanya.

Omzet Kafe Peluk secara umum untuk malam hari biasa mencapai Rp 1 juta lebih. Kini, hanya bisa meraup keuntungan Rp500 ribu akibat sepi pengunjung.

"Tadi malam itu sampai tutup kasir hanya Rp 500 ribu di dapat, biasa di sini full apalagi kalau malam, kita bisa dapat Rp 1 juta lebih," ungkapnya.

Dirinya tak menampik kondisi seperti itu terjadi akibat antrean BBM yang sudah terjadi beberapa hari. Zul yang biasa ke tempat kerja menggunakan motor pribadinya, kini hanya harus naik grab karena tidak sempat mengantre BBM.

"Ini saja saya sama barista yang lain ke sini tempat kerja naik grab, habis bensin. Mau pergi mengantre pasti tidak sempat kerja," pungkasnya.



Simak Video "Video VIVO dan BP Batal Beli BBM dari Pertamina"

(asm/hsr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork