Pemotor Serobot Antrean-Pukul Petugas SPBU Maros Mau Isi BBM Pakai Galon

Pemotor Serobot Antrean-Pukul Petugas SPBU Maros Mau Isi BBM Pakai Galon

Reinhard Soplantila - detikSulsel
Sabtu, 12 Sep 2026 14:00 WIB
Pemotor cekcok dengan petugas SPBU di Maros berujung baku pukul.
Seorang operator SPBU di Maros dipukul pengendara motor saat menolak permintaan pengisian BBM menggunakan galon. Foto: Istimewa
Maros -

Operator SPBU bernama Syahran (21) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) dipukul pengendara motor saat sedang bertugas. Pemukulan berujung perkelahian itu dipicu pelaku yang menyerobot antrean dan hendak mengisi BBM jenis pertalite menggunakan galon.

Kasi Humas Polres Maros AKP Ahmad mengatakan peristiwa itu terjadi di SPBU Bentenge, Dusun Bentenge, Desa Bonto Mate'ne, Kecamatan Mandai, pada Jumat (11/9) sekitar pukul 18.35 Wita. Saat itu korban sedang bertugas melayani pelanggan pada antrean motor.

"Pada saat korban sedang melaksanakan pelayanan pengisian BBM jenis pertalite kepada konsumen motor, tiba-tiba ada seorang pengendara berboncengan dengan seorang perempuan dengan menggunakan motor, nomor polisi tidak diketahui, mau mendahului antrean yang ada," kata Ahmad kepada detikSulsel, Sabtu (12/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahmad menuturkan pengendara tersebut hendak mengisi pertalite menggunakan galon berkapasitas sekitar 5 liter. Namun, permintaan itu ditolak oleh korban sehingga terjadi adu mulut antara korban dan perempuan yang dibonceng pelaku.

"Namun, korban menolak sehingga terjadi adu mulut antara korban dengan boncengan pelaku," beber Ahmad.

ADVERTISEMENT

Menurut Ahmad, situasi kemudian memanas saat korban mendekati perempuan yang terlibat cekcok dengannya. Pelaku tiba-tiba menghampiri dan memukul bagian pelipis kiri operator SPBU itu.

"Kemudian saat korban mendekati boncengan pelaku, tiba-tiba pelaku menghampiri korban dan memukul pelipis kiri korban," katanya.

Korban melakukan perlawanan hingga terjadi perkelahian sebelum dipisahkan oleh operator SPBU lainnya dan warga yang sedang mengantre BBM. Korban lalu diamankan, sedangkan pelaku bersama perempuan yang diboncengnya meninggalkan lokasi.

"Korban berusaha melawan sampai akhirnya dipisahkan oleh teman operator bersama warga yang mengantri BBM, kemudian korban diamankan ke dalam kantor SPBU. Selanjutnya, pelaku dan boncengannya meninggalkan lokasi kejadian," tutur Ahmad.

Polisi telah mengarahkan korban ke Polsek Mandai untuk membuat laporan terkait dugaan penganiayaan tersebut. Namun, korban memilih menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu sebagai operator SPBU.

"Korban telah diarahkan ke Polsek Mandai untuk pembuatan laporan, namun korban menyelesaikan tugasnya dulu sebagai operator," jelas Ahmad.

Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas pengendara yang diduga melakukan penganiayaan tersebut.

"Untuk pemotor bersama boncengannya itu telah terlebih dahulu kabur. Kami masih melakukan penyelidikan terkait kejadian ini," pungkas Ahmad.

Diketahui, peristiwa itu terekam kamera warga hingga viral di media sosial. Dalam video beredar awalnya terlihat seorang pria mengenakan helm terlibat cekcok dengan petugas SPBU.

Pria tersebut kemudian melepaskan pukulan yang langsung dibalas oleh petugas SPBU. Warga yang sedang antre mengisi BBM mencoba melerai perkelahian tersebut.



(hsr/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads