Waspada Campak Meluas di Sulsel

Tim detikSulsel - detikSulsel
Kamis, 09 Apr 2026 09:38 WIB
Ilustrasi. Foto: iStock
Makassar -

Penularan campak di Sulawesi Selatan (Sulsel) kini menjadi perhatian seiring kasusnya yang kian melonjak. Empat daerah bahkan sudah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) penularan campak

Adapun empat daerah masuk KLB penularan campak yakni Kota Makassar, Sinjai, Luwu, dan Wajo. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel mencatat total sudah ada 169 kasus yang tersebar di Sulsel.

"Jumlah kasus campak di Sulsel sampai tanggal 8 April sebanyak 169 yang tersebar di beberapa kabupaten kota. Adapun daerah yang melaporkan KLB yaitu Kota Makassar, Sinjai, Luwu, Wajo," ujar Kepala Dinkes Sulsel Evi Mustikawati Arifin kepada detikSulsel, Rabu (8/4/2026).

Kendati demikian, Evi tak merinci jumlah orang positif dan suspek campak di masing-masing daerah tersebut. Namun, dia menyebut Sinjai dengan kasus positif dan suspek tertinggi.

"Karena kasusnya itu sampai dengan 8 April, Sinjai melaporkan ada suspek 59 orang. Yang positif ada 3, tapi suspek-nya cukup tinggi," jelas Evi.

Dinkes Terbitkan Edaran Waspada

Evi mengaku pihaknya juga sudah menerbitkan surat edaran tentang kewaspadaan dini terhadap kasus campak di Sulsel. Daerah dengan status KLB campak menjadi perhatian khusus Dinkes Sulsel.

"Kami tadi sudah sampaikan terkait adanya kebijakan dan yang kedua adalah kami sudah melakukan pembinaan melalui virtual zoom meeting terhadap semua kabupaten yang saya sebutkan tadi untuk melakukan langkah-langkah strategis dan percepatan," katanya.

Langkah tersebut meliputi pelaksanaan kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch Up Campaign (imunisasi campak-rubella) di wilayah terdampak maupun berisiko. Distribusi vaksin juga telah dilakukan ke daerah-daerah terdampak tersebut.

"Kita mengejar sasaran yang ada di wilayah tersebut yang belum mendapatkan layanan campak demi untuk mencegah dengan melalui mekanisme vaksinasi. Dan vaksin itu kami sudah melakukan pendistribusian terhadap kabupaten kota yang terdampak," katanya.

Segera Bawa Anak ke RS Jika Ada Gejala

Pihaknya mengimbau agar orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala campak. Dia menegaskan campak sebenarnya tidak berbahaya jika ditangani dengan baik, namun dapat menjadi serius apabila dibiarkan hingga menimbulkan komplikasi.

"Kami hanya bisa mengimbau kepada masyarakat bahwa campak itu tidak berbahaya bila ditangani dengan baik, yang berbahaya adalah kalau dilakukan pembiaran dan menyebabkan komplikasi. Komplikasinya ini yang berdampak berat," jelasnya.

Dia menyebutkan bahwa fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit siap melayani masyarakat selama 24 jam. Selain itu, masyarakat diharapkan segera melakukan isolasi mandiri apabila muncul gejala, serta menghindari kontak langsung antara penderita dengan bayi dan balita.

"Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat bisa sadar tentang penyakitnya yang bisa, begitu ada gejala, bisa langsung ke layanan kesehatan. Yang kedua adalah bagaimana bila sudah ada gejala yang muncul agar melakukan upaya-upaya dengan isolasi," pungkasnya.



Simak Video "Video: Kemenkes Mulai Imunisasi Campak Nakes, Ini Catatan Dosisnya"

(asm/asm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork