BPOM Izinkan Vaksin Campak untuk Orang Dewasa

BPOM Izinkan Vaksin Campak untuk Orang Dewasa

Tim detikHealth - detikSulsel
Rabu, 08 Apr 2026 17:36 WIB
BPOM izinkan vaksin campak untuk dewasa guna menekan penularan. Kebijakan ini diambil setelah analisis dan konsultasi dengan WHO.
Foto: REUTERS/Michelle Freyria
Makassar -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengizinkan pemberian vaksin campak untuk orang dewasa. Pemberian izin ini untuk menekan potensi penularan campak meluas.

Dilansir dari detikHealth, Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menegaskan vaksin campak kini bukan hanya untuk anak. Perluasan vaksinasi campak untuk kelompok usia dewasa sebagai upaya memperkuat ketahanan Indonesia.

"BPOM RI secara resmi memperluas penggunaan izin edar, memperluas indikasi penggunaan vaksin campak Bio Farma bagi kelompok dewasa yang berisiko campak, keputusan ini diambil sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan Indonesia," tegas Taruna Ikrar, Rabu (8/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menegaskan kebijakan ini diambil setelah pihaknya melakukan analisis dengan berbagai pihak. Pertama, melakukan konsultasi langsung dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Selanjutnya koordinasi bersama komite nasional ahli penilai obat. Hal ini memastikan Indonesia juga melakukan pertimbangan independen. Tidak hanya itu, analisa data uji klinik semua vaksin juga telah dilakukan.

ADVERTISEMENT

"Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, terhitung 7 April BPOM RI secara resmi menetapkan persetujuan vaksin campak Bio Farma untuk kelompok dewasa yang berisiko sakit campak," bebernya.

"Mudah-mudahan ini bisa menjadi langkah campak tidak semakin meluas, karena sekarang tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Khususnya untuk kelompok nakes dan masyarakat yang berisiko," lanjutnya.

4 Daerah di Sulsel Status KLB Penularan Campak

Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat 4 daerah masuk kategori kejadian luar biasa (KLB) penularan campak. Daerah tersebut yakni Kota Makassar, Sinjai, Luwu, dan Wajo.

"Jumlah kasus campak di Sulsel sampai tanggal 8 April sebanyak 169 yang tersebar di beberapa kabupaten kota. Adapun daerah yang melaporkan KLB yaitu Kota Makassar, Sinjai, Luwu, Wajo," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel Evi Mustikawati Arifin kepada detikSulsel, Rabu (8/4).

Evi tidak menyebutkan secara merinci jumlah orang positif dan suspek campak di masing-masing daerah tersebut. Namun, dia menyebut Sinjai dengan kasus positif dan suspek tertinggi.

"Karena kasusnya itu sampai dengan 8 April, Sinjai melaporkan ada suspek 59 orang. Yang positif ada 3, tapi suspek-nya cukup tinggi," jelas Evi.

Dia mengaku sudah menerbitkan surat edaran tentang kewaspadaan dini terhadap kasus campak di Sulsel. Daerah dengan status KLB campak menjadi perhatian khusus Dinkes Sulsel.

"Kami tadi sudah sampaikan terkait adanya kebijakan dan yang kedua adalah kami sudah melakukan pembinaan melalui virtual zoom meeting terhadap semua kabupaten yang saya sebutkan tadi untuk melakukan langkah-langkah strategis dan percepatan," katanya.




(hsr/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads