Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon memastikan bahwa secara umum wilayah Kabupaten Cirebon belum berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Namun, peningkatan kasus di sejumlah wilayah membuat pemerintah daerah menetapkan empat kecamatan sebagai zona KLB, yakni Mundu, Sumber, Ciwaringin, dan Greged.
Penetapan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, pada Rabu (29/4/2026). Ia menjelaskan, lonjakan kasus di empat kecamatan itu menjadi perhatian serius sehingga diperlukan langkah penanganan cepat dan terukur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski tidak seluruh wilayah berstatus KLB, kami fokus melakukan intervensi di kecamatan dengan kasus tertinggi agar penyebaran tidak meluas," ujarnya.
Sebagai langkah penanganan, Dinkes telah menggelar vaksinasi massal melalui program catch up campaign (CUC) yang menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan. Program ini bertujuan mengejar ketertinggalan imunisasi dasar yang sebelumnya belum terpenuhi.
Hasilnya, capaian vaksinasi CUC di Kabupaten Cirebon terbilang tinggi, yakni mencapai 95 persen. Capaian tersebut diharapkan mampu memperkuat kekebalan kelompok (herd immunity) di tengah masyarakat.
Tak berhenti di situ, Dinkes juga bersiap melaksanakan program lanjutan berupa Outbreak Response Immunization (ORI) yang akan menyasar kelompok usia lebih luas, mulai dari 9 bulan hingga 13 tahun. Program ini dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat sebagai respons cepat terhadap potensi penyebaran kasus.
"Kami ingin memastikan seluruh anak mendapatkan perlindungan optimal. ORI ini menjadi langkah lanjutan agar penularan bisa ditekan semaksimal mungkin," jelasnya.
Berdasarkan data hingga minggu ke-15 tahun 2026, jumlah kasus di empat kecamatan KLB menunjukkan variasi. Kecamatan Greged dan Ciwaringin mencatat angka suspek tertinggi, masing-masing 33 kasus. Dari jumlah tersebut, Greged memiliki 7 kasus terkonfirmasi positif, sementara Ciwaringin mencatat 9 kasus positif.
Di Kecamatan Mundu terdapat 29 kasus suspek dengan 2 kasus positif, sedangkan Kecamatan Sumber mencatat 24 kasus suspek dengan 5 kasus positif.
Meski demikian, Eni menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan kasus kematian akibat campak di wilayah tersebut.
"Selain empat kecamatan KLB, tujuh kecamatan lain juga akan melaksanakan ORI sebagai langkah antisipasi. Kebijakan ini diambil mengingat tingginya mobilitas masyarakat antarwilayah serta capaian imunisasi campak-rubella (MR) dalam lima tahun terakhir yang masih berada di bawah angka ideal, yakni rata-rata kurang dari 80 persen" paparnya.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko penyebaran campak jika tidak segera ditangani secara menyeluruh.
Dinas Kesehatan pun mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal. Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah meluasnya wabah.
"Dengan langkah vaksinasi masif dan pengawasan ketat, kami berharap penyebaran campak di Kabupaten Cirebon dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang menjadi KLB yang lebih luas," pungkasnya.
(sud/sud)
