Apa Itu Virus Campak? Ini Pengertian, Penyebab, dan Cara Penularannya

Apa Itu Virus Campak? Ini Pengertian, Penyebab, dan Cara Penularannya

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Rabu, 08 Apr 2026 21:15 WIB
Pengertian, penyebab, dan cara penularan virus campak.
Foto: Ilustrasi campak. (iStock)
Makassar -

Virus campak adalah penyebab utama penyakit campak, yang belakangan kembali mendapat perhatian di sejumlah wilayah. Penyakit ini identik dengan demam tinggi yang disertai ruam merah pada kulit, serta berisiko menimbulkan komplikasi serius yang dapat berujung fatal.

Melalui laman resminya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebutkan ribuan kasus campak tercatat hingga Maret 2026. Di antaranya terdapat 10 kasus kematian akibat campak.

"Data nasional mencatat 10 kasus kematian akibat campak sepanjang 2026. Salah satu kasus fatal menimpa seorang dokter internsip di Kabupaten Cianjur, berinisial AMW (25), yang meninggal dunia pada 26 Maret 2026 akibat komplikasi campak pada jantung dan otak," ujar Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Kemenkes, dr Andi Saguni, dikutip detikSulsel, Rabu (8/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat kondisi tersebut, penting bagi masyarakat untuk lebih waspada dan memahami informasi mengenai virus campak. Dengan mengetahui pengertian, penyebab, serta cara penularannya, diharapkan langkah pencegahan dapat dilakukan sejak dini.

Mengenal Virus Campak

Virus campak termasuk dalam golongan Paramyxovirus, Subfamily Orthoparamyxovirinae, dan Genus Morbilivirus. Virus ini mengandung RNA pleomorfik yang berukuran 120 nm sampai 300 nm dibungkus dengan selubung luar yang terdiri dari lemak dan protein.

ADVERTISEMENT

Kedua lapisan virus tersebut sangat berperan dalam perjalanan penyakit. Terdapat enam struktur protein utama pada virus campak yakni:

  1. Protein H (Hemagglutinin) berfungsi untuk melekatkan virus ke sel penderita;
  2. Protein F (Fusion) berfungsi meningkatkan penyebaran virus antar sel;
  3. Protein M (Matrix) merupakan lapisan pelindung virus yang berperan dalam penyatuan virus;
  4. Pada bagian dalam virus terdapat protein L (Large);
  5. Protein P (polymerase phosphoprotein) yang berfungsi untuk mengaktifkan polimerase RNA virus;
  6. Protein NP yang berperan sebagai nucleocapsid. [1]

Apakah Campak Menular atau Tidak?

Menteri Kesehatan Budi Ganadi Sadikin menegaskan campak merupakan penyakit paling menular di dunia, bahkan jauh lebih menular dibandingkan COVID-19. Ia menyebut tingkat penularan campak bisa mencapai 18 kali lipat dari satu kasus.

"Jadi campak itu adalah penyakit yang paling menular. Kalau dulu COVID-19, ingat pertama kali ada yang namanya reproduction rate. Jadi satu orang nularin ke-2 atau ke-3. Campak itu satu orang bisa nularin ke-18," kata Budi dikutip dari laman Kemenkes.

Menkes Budi menambahkan, meski sangat menular, campak sebenarnya sudah memiliki vaksin yang efektif untuk mencegah penularan.

"Untungnya, sama seperti COVID sekarang, sudah ada vaksinnya, dan vaksinnya itu efektif. Jadi kalau divaksinasi, pasti dia tidak akan kena penyakit campak lagi," ujarnya.

Budi mengingatkan campak bukan hanya penyakit menular biasa, tetapi juga bisa menyebabkan kematian dengan tingkat fatalitas yang cukup tinggi. Karena itu, pemerintah menekankan langkah utama dalam menghadapi wabah campak adalah melakukan imunisasi massal. [2]

Campak Menular Lewat Apa?

Penularan penyakit campak dari orang ke orang melalui droplet atau dapat pula melalui air borne. Untuk lebih jelasnya berikut cara penularan campak:

  1. Percikan saliva, ketika seseorang yang terinfeksi lalu batuk atau bersin, virus dapat menyebar ke udara dan menginfeksi orang lain yang berada di dekatnya.
  2. Kontak langsung, kontak langsung dengan cairan tubuh penderita bisa menjadi sumber penularan.
  3. Benda yang terkontaminasi, virus campak bisa bertahan hidup di permukaan benda selama beberapa jam. Bayi atau balita yang menyentuh benda tersebut kemudian memegang mulut atau hidungnya dapat terinfeksi. [3]

Apa saja Perbedaan Campak dan Cacar?

Sekilas, cacar dan campak terlihat mirip karena sama-sama menyebabkan ruam pada kulit dan bersifat menular. Namun, keduanya sebenarnya merupakan penyakit yang berbeda, baik dari segi penyebab, gejala, hingga bentuk ruam yang berbeda..

Agar lebih jelas, berikut perbedaan campak dan cacar:

1. Campak

  • Disebabkan oleh virus campak dari kelompok Paramyxovirus (genus Morbillivirus);
  • Ditandai dengan demam tinggi selama 3-5 hari, disertai batuk, pilek, dan mata merah;
  • Muncul bercak putih keabu-abuan di dalam mulut (bercak Koplik);
  • Ruam merah muncul dari wajah, lalu menyebar ke leher, badan, hingga lengan dan kaki;
  • Ruam biasanya tampak menyatu dan sedikit menonjol;
  • Dapat disertai pembengkakan kelenjar getah bening di leher;
  • Gejala dapat berlangsung sekitar 2-3 minggu;
  • Pada anak-anak, dapat menyebabkan rewel, lemas, dan penurunan nafsu makan;
  • Belum ada obat khusus untuk membunuh virus campak. Pengobatan yang diberikan umumnya bertujuan agar tubuh mampu melawan infeksi dan meringankan gejala, seperti:
    • Istirahat cukup;
    • Banyak minum;
    • Obat penurun demam;
    • Pemberian vitamin A untuk mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi.

2. Cacar

  • Disebabkan oleh virus Varicella-zoster;
  • Biasanya diawali demam ringan, sakit kepala, atau pegal-pegal;
  • Ruam berupa bintik merah yang berubah menjadi lepuhan berisi cairan dan terasa sangat gatal;
  • Ruam umumnya muncul dari dada dan punggung, lalu menyebar ke wajah, kulit kepala, dan seluruh tubuh;
  • Tidak selalu disertai batuk, pilek, atau mata merah;
  • Gejala biasanya berlangsung sekitar 1 minggu;
  • Cacar air umumnya dapat sembuh sendiri, tetapi tetap memerlukan perawatan, seperti:
    • Istirahat cukup;
    • Banyak minum;
    • Obat penurun demam;
    • Lotion calamine atau antihistamin untuk mengurangi gatal.
  • Pada kasus tertentu, dokter dapat memberikan obat antivirus, terutama pada pasien dengan gejala berat atau daya tahan tubuh lemah. [4]

Demikian pengertian virus campak, cara penularan hingga perbedaan campak dan cacar. Semoga bermanfaat ya, detikers!

Referensi:

1. Jurnal Kedokteran Nangroe Medika "Aspek Klinis, Diagnosis dan Tatalaksana Campak pada Anak" oleh Arif Maulana

2. Laman Kemenkes "Menkes: Campak Jauh Lebih Menular Daripada COVID-19"

3. Laman Kemenkes "Apa itu Penyakit Campak?"

4. Laman UPT Puskesmas Penimbung "Perbedaan Cacar dan Campak"




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads