Misman (55), warga Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Pangandaran, tak pernah menyangka karya kreasi anyaman tas hata dan kerajinannya bisa ekspor ke Eropa.
Berawal dari 'cinlok' Yadi dan Sri sukses merintis baju piyama anak di Kabupaten Bandung. Dari ruangan 3x3 meter, kini mereka rutin mengekspor ke Malaysia.
Bayu Pebrianto (37) warga Pangandaran mengalami proses panjang untuk menjadi pengusaha konveksi. Bermoda mesin jahit bekas, kini ia punya brand fashio sendiri.
Jalan hijrah dipilih Inggra Dwipo Prayogo (34), dari awalnya berada di sektor hiburan kini ia banting setir menjadi penjual bakso aci dan meraih kesuksesan.