×
Ad

Jejak Hidup di Kota Mati

Kala Kota Mati di India Enggan Dihapus dari Peta

ilham fikriansyah - detikProperti
Senin, 03 Agu 2026 13:46 WIB
Kota Mati Dhanushkodi. Foto: Wikimedia Commons/CCA 3.0/Thachan.makan
Jakarta -

India punya sebuah kota mati di tepi laut, namanya Dhanushkodi. Awalnya kota ini dihuni oleh ribuan penduduk dan punya infrastruktur yang lengkap. Namun nahas, badai siklon melenyapkan kota itu dalam semalam.

Pada awal abad ke-20, kala India masih di bawah kekuasaan Inggris, Dhanushkodi adalah kota perdagangan yang terus berkembang. Sekitar 600 rumah penduduk dibangun di sana serta dilengkapi fasilitas seperti kantor polisi, stasiun kereta api, sekolah, dan pusat kesehatan masyarakat.

Usai merdeka dari Inggris, pemerintah India mulai merencanakan tata kota Dhanushkodi. Tak hanya menampung kapal-kapal dagang, kota ini mau dibuat menjadi destinasi wisata yang menawarkan pantai pasir putih dan view laut yang indah.

Sedikit informasi, Dhanushkodi diapit oleh dua laut, yakni satu sisi adalah Teluk Benggala dan sisi lainnya Samudra Hindia. Nelayan lokal menyebut Teluk Benggala dengan nama 'Penn Kadal' (laut feminin) karena lebih tenang daripada Samudra Hindia.

Sayangnya, rencana itu sirna akibat bencana alam yang langsung menyapu seluruh kota. Pada 22 Desember 1964, badai siklon berkecepatan hingga 250 km/jam menghantam Dhanushkodi. Tak hanya itu, gelombang pasang setinggi 6 meter menghantam rumah penduduk hingga fasilitas umum di sana.

Ombak besar itu turut menghantam sebuah kereta api yang akan memasuki Stasiun Dhanushkodi. Seluruh rangkaian kereta hanyut terseret ombak hingga ke laut dan menyebabkan 115 orang meninggal dunia.

Pasca bencana, pemerintah berencana menata ulang Dhanushkodi agar bisa dihuni masyarakat. Nahas, kota ini benar-benar hancur dan sebagian besar wilayahnya terendam air laut setinggi 5 meter.

Rencana penataan ulang Dhanushkodi berujung gagal karena pemerintah tak sanggup untuk memperbaiki seluruh aspek. Selain itu, dikhawatirkan badai siklon akan terjadi lagi di masa depan dan bisa menelan lebih banyak korban jiwa.

Kota mati Dhanushkodi di India yang lenyap akibat badai siklon. Foto: Wikimedia Commons/CCA 2.0/Chandra

Dhanushkodi akhirnya berubah menjadi kota mati dan tinggal menyisakan puing-puing bangunan pasca hancur dihantam badai siklon. Korban yang selamat dipindahkan ke Kota Rameswaram yang berjarak sekitar 20 kilometer.

Walau tak ada tanda-tanda kehidupan, tak semua warga Dhanushkodi mau direlokasi. Sejumlah penduduk yang utamanya berprofesi sebagai nelayan memilih bertahan di kota mati itu. Mereka menganggap Teluk Benggala sebagai tempat mata pencaharian untuk mencari ikan.

Salah satu penduduk yang memilih tinggal di sana adalah Muniyasamy. Bersama istri dan lima anaknya, ia tinggal di sebuah gubuk reyot dan tak ada fasilitas umum sama sekali.

"Dulu ini adalah kota yang megah sebelum badai siklon, dengan pelabuhan yang ramai," kata kepala keluarga Muniyasmay, dilansir dari Gulf News.

Menurutnya, Dhanushkodi adalah kota yang makmur dan dilengkapi banyak fasilitas umum yang memadai. Berbeda jauh dengan Rameswaram yang lebih kecil dan infrastrukturnya kurang lengkap.

"Dhanushkodi punya sejumlah bangunan bersejarah termasuk stasiun kereta api era Inggris, sebuah kuil terkenal, sebuah gereja yang indah, dan kantor pos yang besar. Namun, yang tersisa sekarang hanyalah reruntuhan bangunan," ujarnya.

62 tahun pasca dihantam badai siklon, Dhanushkodi kini mulai ramai dikunjungi wisatawan. Sebagian besar tertarik untuk melihat sisa-sisa bangunan yang hancur akibat badai, lalu sisanya merupakan penduduk lama yang ingin berziarah.

An aerial view shows visitors at the south-eastern tip of Pamban Island in Tamil Nadu state, in Dhanushkodi on September 25, 2021. (Photo by Arun SANKAR / AFP) Foto: AFP/ARUN SANKAR

Adapun satu jalan raya yang melintasi sisa-sisa kota mati Dhanushkodi. Sisi kanan dan kirinya terdapat gubuk-gubuk reyot yang jadi tempat tinggal warga.

Di antara pasir putih yang mengelilingi Dhanushkodi, tampak sisa-sisa bangunan yang hancur pasca badai siklon. Pemerintah sengaja tidak menghancurkan bangunan itu sebagai bentuk pengingat pernah terjadi bencana alam dahsyat yang meluluhlantakan kota dalam semalam.

Dhanushkodi boleh hilang secara administratif. Namun, kota ini menolak dihapus dari peta dan berusaha tetap hidup meski tak ada fasilitas apa-apa di dalamnya.



Simak Video "Video: Perdana Menteri India dan Singapura Menghadap ke Prabowo, RI Masih Punya Taji?"

(ilf/zlf)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB