Kota Mati di Argentina yang Mendadak Muncul Usai Lenyap 25 Tahun

Jejak Hidup di Kota Mati

Kota Mati di Argentina yang Mendadak Muncul Usai Lenyap 25 Tahun

ilham fikriansyah - detikProperti
Sabtu, 31 Jan 2026 09:07 WIB
Kota Mati Villa Epecuen di Argentina yang lenyap puluhan tahun akibat banjir.
Kota mati Villa Epecuen di Argentina. Foto: Wikimedia Commons/CCA 4.0/Gafotos
Jakarta -

Villa Epecuen merupakan sebuah kota mati yang berada di Provinsi Buenos Aires, Argentina. Dulunya kota ini menjadi salah satu tujuan wisata karena terkenal akan Danau Epecuen yang mengandung mineral tinggi. Namun, bencana alam membuat Ville Epecuen berubah menjadi kota mati.

Dilansir situs The Atlantic, pada awal abad ke-20 Villa Epecuen merupakan sebuah desa yang berdiri di tepi Danau Epecuen. Desa ini dulu dihuni oleh masyarakat yang ingin mengambil kandungan mineral tinggi dari air danau.

Seiring kemajuan teknologi, dilakukan penelitian untuk mengecek apakah kandungan mineral di Danau Epecuen aman atau tidak bagi manusia. Hasilnya menunjukkan air danau ini aman dan bahkan mengandung mineral tertinggi ke dua di dunia setelah Laut Mati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, masyarakat berbondong-bondong untuk merasakan sensasi berendam di air danau yang kandungan garamnya tinggi. Seiring waktu, Villa Epecuen perlahan berubah menjadi sebuah kota yang terdapat rumah, resor, dan hotel.

Memasuki era 1960-1970, Villa Epecuen semakin berkembang dan menjadi kota wisata tersohor di Argentina. Pemerintah bahkan sampai membangun stasiun kereta api dan terminal bus demi memudahkan pelancong untuk berlibur ke kota ini.

ADVERTISEMENT

Menurut data sensus penduduk Argentina, tercatat jumlah penduduk yang tinggal di Villa Epecuen mencapai 5.000 jiwa pada 1970-an. Dalam periode tersebut, jumlah wisatawan yang datang ke kota ini mencapai puncaknya di angka 20.000 turis per tahun.

Namun, semua hiruk pikuk Villa Epecuen sirna akibat bencana alam. Pada November 1985, hujan deras mengguyur Villa Epecuen selama berbulan-bulan hingga menyebabkan debit air danau naik.

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan tanggul Denau Epecuen yang dibangun untuk melindungi kota malah jebol pada 10 November 1985 akibat tak kuat menampung debit air. Akibatnya, banjir langsung merendam seluruh kota Villa Epecuen dalam sekejap.

Kota Mati yang Muncul Lagi ke Permukaan Usai Hilang Puluhan Tahun

Kota Mati Villa Epecuen di Argentina yang lenyap puluhan tahun akibat banjir.Kota Mati Villa Epecuen di Argentina yang lenyap puluhan tahun akibat banjir. Foto: Wikimedia Commons/CCA 4.0/Gafotos

Banjir terus berlangsung selama bertahun-tahun hingga puncaknya pada 1993. Kala itu, banjir telah menenggelamkan seluruh kota Villa Epecuen. Ketinggian air bahkan sudah mencapai 10 meter sehingga seluruh warga harus dievakuasi ke tempat aman.

Kota wisata yang sempat populer pada medio 1960-1970 itu akhirnya lenyap dan tenggelam dalam air. Warga pun pasrah harus kehilangan tempat tinggal karena pemerintah memprediksi banjir akan berlangsung selama bertahun-tahun.

Benar saja, banjir yang menenggelamkan Ville Epecuen berlangsung selama kurang lebih 25 tahun. Air telah menutupi seluruh bangunan sehingga tidak ada lagi yang tersisa, hanya kenangan di memori yang terus bertahan.

Namun keajaiban muncul pada 2009. Banjir yang menenggelamkan Villa Epecuen selama puluhan tahun perlahan mulai surut. Sebagian bangunan seperti rumah, restoran, dan hotel mendadak muncul ke permukaan.

Menurut laporan Independent UK pada 2015, faktor utamanya disebabkan oleh perubahan cuaca sehingga debit air Danau Epecuen surut. Kondisi itu turut menyurutkan banjir yang telah merendam Villa Epecuen selama bertahun-tahun.

Banjir akhirnya benar-benar surut dan seluruh kota Villa Epecuen terlihat jelas. Tak ada lagi bangunan yang utuh, semua telah hancur akibat terendam air asin.

Kota Mati Villa Epecuen di Argentina yang lenyap puluhan tahun akibat banjir.Kota Mati Villa Epecuen di Argentina yang lenyap puluhan tahun akibat banjir. Foto: Wikimedia Commons/CCA 4.0/Gafotos

Banyak bangunan yang mengalami karatan akibat terendam air asin. Pohon-pohon juga mati dan tinggal menyisakan batangnya yang masih menempel di tanah.

Jalanan kota yang dulu dilalui oleh kendaraan dan pejalan kaki kini kosong dan dipenuhi puing-puing bangunan. Beberapa kendaraan seperti mobil dan sepeda motor juga hancur dan berkarat karena terpapar mineral tinggi.

Sudah lebih dari 30 tahun pasca bencana banjir, banyak warga Villa Epecuen yang enggan kembali ke rumahnya meski air sudah surut. Terutama lansia yang merasakan trauma karena sulit menerima kenyataan pahit jika tempat tinggalnya sudah hancur.

Salah satunya dialami oleh Norma Berg yang dulu sempat tinggal di Villa Epecuen. Ia sempat menengok rumah lamanya yang telah hancur akibat dihantam bencana alam.

"Sudah lama sekali saya tidak mengunjungi rumah lama saya. Jujur, saya beruntung masih hidup ketika banjir terjadi," kata Norma.

Abandoned town in Buenos AiresBangunan terbengkalai di Villa Epecuen. Foto: Getty Images/iStockphoto/Gabriela Gioia

Ketika banjir melanda Villa Epecuen, Norma saat itu berusia 19 tahun dan masih merasakan trauma sampai sekarang. Ia tidak menyangkan banjir merendam rumahnya bukan dalam hitungan hari, melainkan puluhan tahun.

"Saat itu kami terbangun dan air sudah setinggi mata kaki. Kami mengemasi apa yang bisa kami bawa dan pergi untuk menyelamatkan diri. Semua orang mengira itu hanya sementara, tapi ternyata tidak," ujar Norma.

Kini, Norma bersama anak-anak dan suaminya tinggal di kota Carhue dan berprofesi menjadi pemandu wisata. Ia merasa bersyukur saat itu belum berkeluarga karena khawatir si kecil bisa saja trauma akibat banjir yang merendam seluruh kota.

"Saya beruntung karena anak-anak saya adalah warga Carhuense, mereka termasuk generasi muda di sini yang tidak mengalami oleh tragedi menyeramkan itu," imbuhnya.

Bencana banjir yang merencam Villa Epecuen tidak memakan korban jiwa. Kini, kota mati tersebut jadi salah satu destinasi wisata bagi mereka yang ingin melihat langsung 'Atlantis dari Argentina'.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads