Rusun China Mau Dibangun di 9 Provinsi RI, Ini Lokasinya

Rusun China Mau Dibangun di 9 Provinsi RI, Ini Lokasinya

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Jumat, 18 Sep 2026 09:00 WIB
Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP H Roberia
Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP H Roberia Foto: Danica Adhitiawarman
Jakarta -

Pemerintah sedang menjajaki kerja sama dengan investor asal China untuk membangun rumah susun di kota satelit. Sebanyak 10 titik lahan di 9 provinsi tengah disiapkan untuk pembangunan rusun.

Sejumlah lokasi pun tengah dibidik buat prospek pembangunan serta dilakukan survei. Namun, Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), H Roberia menyatakan sampai saat ini belum ada keputusan pasti akan lokasi tersebut.

Lantas, di mana 10 titik kota satelit yang berpotensi dibangunkan rusun?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan," kata Roberia di Kantor Kementerian PKP, Kamis (17/9/2026).

Ia pun sudah meninjau lahan di Sumatera Utara. Menurutnya, lahan yang direkomendasikan oleh Kementerian ATR/BPN itu luas serta memiliki akses dekat laut dan tol.

ADVERTISEMENT

Soal luas lahan, dia menyebutkan Menteri ATR/BPN yang memberikan rekomendasi menyatakan minimal 200 hektare buat setiap titik kota satelit. Namun, data yang Roberia terima tak sampai 200 hektare.

Lahan tersebut tak hanya untuk membangun rusun, tetapi juga rumah tapak hingga mal. Dengan begitu akan terbentuk kota satelit baru.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengatakan skema, peraturan, hingga lahan tengah disiapkan. Untuk lahannya pun sudah mulai disurvei.

"Kita sudah bentuk tim. Nanti akhir bulan saya ketemu lagi (dengan perwakilan China). Supaya nanti itu bisa dibuat suatu percepatan terobosan. Tentu kita akan mendapatkan masukan apa yang dikehendaki itu kan suatu yang biasa ya," imbuhnya.

Di sisi lain, Ara mengatakan dirinya meminta rekomendasi teknologi dari China. Ia membutuhkan teknologi yang mampu membangun rumah susun (rusun) dengan aman, cepat, dan murah.

Sebelumnya diberitakan, Ara mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan sejumlah lahan untuk membangun rusun hasil kerja sama dengan China. Namun, Ara tidak menjelaskan secara rinci di mana lokasinya.

Ara menyebut ada 10 titik lahan yang disiapkan oleh pemerintah untuk dibangun rusun. Ia juga memastikan lahan yang disiapkan telah mematuhi regulasi yang berlaku.

"Kan kita sudah siapkan, ada lahannya, ada regulasinya. Ada 10 titik (lahan) yang disiapkan," kata Ara kepada wartawan saat ditemui di Kantor Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, Jakarta, Rabu (16/9/2026).



(dhw/zlf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads