Mengenal Burung Enggang, Mengapa Dihormati di Kalimantan?

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Senin, 26 Jan 2026 08:17 WIB
Foto: Burung Rangkong Badak. Foto: getty images
Balikpapan -

Burung enggang merupakan satwa yang sangat dihormati, bahkan 'dikeramatkan' oleh suku Dayak di Kalimantan. Wujud burung ini akan terlihat familiar di berbagai tempat, mulai dari motif pakaian, ornamen pada bangunan, hingga gerakan tari.

Burung ini tinggal hutan hujan tropis Kalimantan. Suara kepakan sayap yang berat dan suaranya yang keras seakan menggonggong dari balik pepohonan raksasa. Selain memang hampir punah, masyarakat juga menjaga kelestariannya karena merupakan simbol leluhur Dayak.

Dalam artikel ini akan kita telusuri lebih dalam mengenai burung enggang, mulai dari sisi biologisnya hingga filosofi luhur yang membuatnya dijuluki 'Panglima Burung'.

Jenis-jenis Enggang di Kalimantan

Burung enggang memiliki sejumlah nama lokal lainnya, seperti rangkong dalam bahasa Indonesia, kenyalang dalam bahasa Iban, tingang dalam bahasa Ngaju, kokomo di Papua, dan hornbills dalam bahasa Inggris.

Ada puluhan jenis burung enggang di dunia. Melansir Animal Biodiversity, berbagai jenis burung enggang masuk dalam famili Bucerotidae. Di dalamnya terdapat belasan genus, di antaranya Anorrhinus, Anthracoceros, Buceros, Rhinoplax, dan Rhyticeros.

Dikutip dari situs Rangkong Indonesia, terdapat 13 jenis rangkong di Indonesia, dan Kalimantan adalah salah satu habitat utamanya. Berikut adalah beberapa spesies kunci yang perlu diketahui:

Enggang Gading (Rhinoplax vigil)

Burung enggang gading adalah maskot Kalimantan Barat. Enggang ini unik karena memiliki balung (casque) yang padat berisi keratin, berbeda dengan jenis lain yang balungnya berongga. Balung merah sering memicu perburuan liar untuk dijadikan 'gading merah'.

Enggang Cula (Buceros rhinoceros)

Dikenal juga sebagai rhinoceros hornbill, burung ini memiliki balung yang melengkung ke atas menyerupai cula badak. Bagi masyarakat Dayak Iban, burung ini disebut kenyalang dan dianggap sebagai burung duniawi tertinggi.

Terdapat subspesies endemik Kalimantan bernama Buceros rhinoceros borneoensis. Cirinya memiliki balung lebih pendek namun lengkungannya lebih lebar dibandingkan kerabatnya di Sumatera

Kangkareng Hitam (Anthracoceros malayanus)

Jenis kangkareng hitam merupakah burung enggang yang lebih kecil dengan bulu dominan hitam. Mereka sering ditemukan di hutan dataran rendah dan rawa,.

Julang Jambul Hitam (Rhabdotorrhinus corrugatus)

Burung julang jambul hitam memiliki ciri khas kantung leher yang berwarna cerah dan jambul yang kusut.




(bai/aau)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork