Kalimantan Timur

Etomidate Mulai Beredar di Samarinda, Sasar Generasi Muda Lewat Vape

Muhammad Budi Kurniawan - detikKalimantan
Jumat, 31 Jul 2026 18:59 WIB
Foto: Polresta Samarinda saat menunjukkan barang bukti narkoba jenis baru. (Muhammad budi kurniawan/detikKalimantan)
Samarinda -

Polresta Samarinda mengungkap temuan peredaran narkotika jenis baru etomidate atau etomine yang dikemas dalam cartridge vape. Polisi menyebut peredaran zat tersebut kini mulai menjadi tren baru dan banyak menyasar kalangan usia muda di Samarinda.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan etomidate bukan hanya ditemukan di Samarinda, tetapi juga mulai marak beredar di sejumlah kota besar lainnya di Indonesia.

"Yang perlu kami sampaikan kepada masyarakat, sekarang mulai berkembang tren penggunaan narkotika jenis baru bernama etomidate. Bukan hanya di Samarinda, tetapi juga di Balikpapan, Bontang, Sangatta, Jakarta, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya," kata Hendri dalam konferensi pers, Jumat (31/7/2026).

Menurut Hendri, peredaran etomidate saat ini cukup masif dan mayoritas penggunanya berasal dari kalangan generasi muda. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih waspada terhadap penyalahgunaan vape yang telah dicampur narkotika.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polresta Samarinda Kompol Bangkit Dananjaya menjelaskan, secara fisik vape yang berisi etomidate sulit dibedakan dengan vape biasa. Namun, pengguna etomidate umumnya akan menunjukkan reaksi tertentu sesaat setelah mengisapnya.

"Alat yang digunakan sama dengan vape konvensional. Tetapi berdasarkan literatur kesehatan yang kami pelajari, pengguna vape yang mengandung etomidate biasanya mengalami kejang-kejang atau tubuh bergetar sesaat setelah menggunakannya," ujar Bangkit.

Di kalangan pelaku peredaran narkoba, vape berisi etomidate bahkan dikenal dengan sebutan "pot getar" karena efek yang ditimbulkannya.
Bangkit mengatakan masyarakat dapat segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan seseorang yang menunjukkan gejala tersebut setelah menggunakan vape.

Meski demikian, ia memastikan asap dari vape etomidate tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi orang di sekitarnya.

"Berdasarkan literatur yang kami baca, asapnya tidak memberikan efek kepada orang lain. Yang berbahaya adalah cairan atau liquid yang mengandung narkotikanya," jelasnya.

Dalam pengungkapan operasi Antik 2026 kali ini, Satresnarkoba Polresta Samarinda mengamankan dua kasus dengan total 59 barang bukti. Salah satunya merupakan kasus khusus peredaran etomidate.

"Dari total barang bukti itu, ada satu kasus dengan barang bukti 58 cartridge etomidate. Pelakunya memang spesialis pengedar cartridge etomidate," ungkap Bangkit.

Kedua tersangka diketahui bekerja sebagai karyawan swasta berdasarkan data di KTP. Namun dalam praktiknya, mereka disebut sudah berulang kali menjadi kurir narkoba.

Polisi mengungkap para pelaku menjalankan aksinya menggunakan sistem terputus. Mereka hanya menerima instruksi dari bandar melalui pesan langsung atau direct message (DM) Instagram.

"Mereka menunggu perintah dari bosnya melalui DM Instagram. Setelah itu baru diarahkan untuk meletakkan barang di lokasi tertentu, sehingga antara pembeli dan kurir tidak pernah bertemu langsung," jelas Bangkit.

Saat ini polisi masih memburu bandar yang diduga mengendalikan peredaran etomidate tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, jaringan pengedar yang terungkap terhubung dengan jaringan Jakarta-Medan.

Barang bukti yang disita seluruhnya sudah berbentuk cartridge siap pakai. Polisi juga masih mendalami informasi terkait dugaan adanya produsen liquid etomidate dalam jumlah besar yang memasok para pengedar.



Simak Video "Video: Petugas Lapas Narkotika Jakarta Gagalkan Penyelundupan Sabu dalam Rokok"

(aau/aau)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB