Liquid Vape Etomidate Asal Malaysia Beredar di Kalbar, Pemasok Diburu

Kalimantan Barat

Liquid Vape Etomidate Asal Malaysia Beredar di Kalbar, Pemasok Diburu

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Kamis, 04 Jun 2026 15:58 WIB
Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar Kombes Deddy Supriadi
Foto: Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar Kombes Deddy Supriadi (Ocsya Ade CP/detikKalimantan)
Pontianak -

Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Kalimantan Barat (Kalbar) mengungkap peredaran cartridge liquid vape mengandung etomidate yang diduga masuk melalui jalur perbatasan dengan Malaysia. Sebanyak 58 cartridge liquid narkotika tersebut telah disita dari peredarannya di Kalbar dan dimusnahkan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar, Kombes Deddy Supriadi mengatakan, etomidate merupakan senyawa yang lazim digunakan dalam dunia medis sebagai obat anestesi atau pembiusan pasien. Namun, ketika disalahgunakan dalam liquid vape, zat tersebut masuk kategori narkotika dan dapat dikenakan sanksi pidana.

"Liquid yang kami maksud adalah cartridge liquid yang mengandung etomidate. Zat ini sebenarnya digunakan untuk anestesi atau pembiusan dalam dunia kedokteran, tetapi ketika disalahgunakan masuk kategori pidana narkotika," kata Deddy dalam konferensi pers di Mapolda Kalbar, Kamis (4/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satu Cartridge Seharga Rp 2,5 Juta

Menurutnya, peredaran liquid vape mengandung etomidate berbeda dengan produk vape legal yang dijual bebas di pasaran. Barang tersebut dipasarkan secara tertutup dan menyasar kalangan tertentu karena memiliki harga yang relatif tinggi.

"Satu cartridge dijual sekitar Rp 2,5 juta. Jauh lebih mahal dibanding liquid vape biasa yang legal," ujarnya.

Deddy menjelaskan, dari sejumlah kasus yang berhasil diungkap, mayoritas pasokan cartridge liquid mengandung etomidate diduga berasal dari luar negeri, terutama melalui wilayah perbatasan Kalbar dengan Malaysia.

"Karena Kalbar berbatasan langsung dengan Malaysia, secara garis besar barang-barang tersebut masuk dari negara tetangga. Namun jaringan pemasoknya masih terus kami dalami," katanya.

Meski tidak diperjualbelikan secara terbuka di toko vape resmi, polisi menemukan indikasi bahwa liquid mengandung etomidate beredar melalui jalur tersembunyi.

"Yang jelas tidak dijual bebas. Peredarannya dilakukan secara sembunyi-sembunyi," tegas Deddy.

Fenomena penyalahgunaan etomidate dalam cartridge vape juga menjadi perhatian aparat penegak hukum di berbagai negara Asia Tenggara. Zat anestesi tersebut diketahui kerap dicampurkan ke dalam liquid vape dan disalahgunakan karena dapat menimbulkan efek halusinasi serta ketergantungan.

Deddy mengimbau masyarakat, khususnya pengguna rokok elektrik, agar lebih waspada terhadap liquid vape yang tidak jelas asal-usulnya dan ditawarkan dengan harga tinggi. Ia menegaskan akan terus memburu jaringan pemasok maupun pengedar cartridge liquid mengandung etomidate yang masuk ke wilayah Kalbar.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads