Dedikasi dua relawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, mendapat penghargaan dari Kementerian Kehutanan. Keduanya gugur setelah menjalankan tugas dalam penanganan karhutla yang melanda wilayah Kobar.
Penghargaan tersebut diberikan dalam bentuk tali asih kepada keluarga dua relawan yang meninggal dunia saat menjalankan tugas di lapangan. Masing-masing keluarga kedua relawan menerima bantuan sebesar Rp 25 juta.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Samuel mengatakan dua relawan tersebut adalah Ahmadin alias Itam Madin bin H Gusti Djamliansyah dan Aries Sutio Lutfhil Hadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ahmadin merupakan relawan pemadam kebakaran yang tergabung dalam Huma Singgah Itah. Ia meninggal dunia pada 30 Agustus 2026 saat menjalani perawatan di RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun setelah menjadi korban dalam penanganan karhutla," ujar Samuel, Sabtu (19/9/2026).
Sementara itu, Aries Sutio Lutfhil Hadi merupakan anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) dari Posko Danau Masoraian, Kecamatan Kotawaringin Lama.
"Beliau meninggal dunia pada 10 September 2026 setelah sebelumnya berjibaku memadamkan kobaran api di Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama," katanya.
Menurut Samuel, tali asih dari Kementerian Kehutanan tersebut diserahkan langsung oleh Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan, Novia Widyaningtyas. Bantuan diterima langsung oleh istri masing-masing korban.
"Pada saat menyampaikan tali asih, Ibu Novia menyampaikan rasa duka mendalam dan ucapan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan oleh kedua relawan yang gugur saat berjibaku dengan kobaran api," ujar Samuel.
Novia juga diketahui menjabat sebagai Ketua Tim Pendampingan Daerah Satgas Supervisi Pengendalian Karhutla Kementerian Kehutanan di Provinsi Kalimantan Tengah. Tim tersebut turut mengoordinasikan kesiapsiagaan unsur Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan, Manggala Agni hingga dukungan Bantuan Kendali Operasi (BKO).
"Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Kehutanan juga menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah daerah dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla di Kobar. Dukungan tambahan disebut akan diberikan untuk membantu kelancaran penanganan kebakaran yang masih terjadi di sejumlah wilayah," katanya.
Salah satu kebutuhan yang disampaikan Pemkab Kobar adalah peralatan pemadam yang mudah dibawa menuju lokasi kebakaran. Permintaan ini berkaitan dengan kondisi sejumlah titik api yang berada jauh di dalam lahan sehingga sulit dijangkau armada pemadam berukuran besar.
"Pada saat pertemuan dengan Ibu Bupati, Ibu Novia, Ibu Bupati minta bantuan alat pemadam kebakaran portable yang bisa dibawa dengan mudah. Pasalnya titik api berada di dalam sehingga armada pemadaman kebakaran kesulitan menjangkau titik api," kata Samuel.
Menurut dia, peralatan pemadam yang dapat dijinjing dan dibawa mendekati titik api maupun sumber air dinilai penting untuk mendukung petugas dan relawan dalam menghadapi karhutla di lapangan.
